Bantuan bayi tabung jadi harapan badak Kalimantan yang terancam punah

Bantuan bayi tabung jadi harapan badak Kalimantan yang terancam punah

Kritisnya Populasi Badak Kalimantan

Populasi kritis badak Kalimantan, yang saat ini hanya tersisa dua ekor betina, membuat teknologi bayi tabung menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan subspesies langka ini dari kepunahan. Dengan tidak adanya pejantan, upaya penyelamatan harus diambil melalui metode reproduksi berbantu atau assisted reproductive technologies (ART).

Alasan Menggunakan Teknologi Bayi Tabung

Metode ART dipilih karena perkawinan alami dan inseminasi buatan dinilai memiliki risiko yang tinggi bagi induk dan kualitas genetik keturunan. Dengan ukuran tubuh badak Kalimantan yang lebih kecil dibandingkan badak Sumatera, risiko cedera pada induk akibat perkawinan langsung sangat besar. Selain itu, inseminasi buatan juga tidak menjadi pilihan utama karena potensi dominasi genetik badak Sumatera yang lebih besar.

Dalam skema ART, sel telur badak Kalimantan akan dibuahi dengan sperma badak Sumatera di luar rahim. Embrio yang terbentuk kemudian akan dititipkan ke rahim badak Sumatera betina sebagai surrogate mother atau induk pengganti hingga masa kelahiran.

Tumpuan Harapan: Pahu dan Pari

Dua badak betina yang tersisa, yaitu Pahu dan Pari, menjadi tumpuan harapan agar subspesies ini tetap memiliki peluang berkembang biak. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Matheas Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa perkawinan antara badak Sumatera dan badak Kalimantan secara etika diperbolehkan karena masih berada dalam satu spesies yang sama.

Namun, perkawinan alami dinilai sulit dan berisiko. Oleh karena itu, metode bayi tabung menjadi opsi paling aman. Meski demikian, upaya tersebut tidak berjalan mudah.

Tantangan dalam Pengambilan Sel Telur

Matheas mengungkapkan bahwa tiga kali percobaan pengambilan sel telur dari badak Pahu belum membuahkan hasil, dipengaruhi faktor usia dan kondisi kesehatan. Meski demikian, percobaan keempat tetap akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kehadiran badak Pari dari wilayah Mahakam Ulu diharapkan memperluas sumber genetik dan meningkatkan peluang keberhasilan program ART. Keberadaan dua badak betina ini menjadi krusial dalam menjaga kesinambungan populasi.

Langkah Penting untuk Keanekaragaman Hayati

Program ini diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati badak Kalimantan, khususnya di Mahakam Ulu. Dengan kombinasi teknologi dan upaya konservasi, harapan untuk melestarikan subspesies ini tetap ada meskipun situasi yang dihadapi sangat kritis.

Upaya Berkelanjutan

Selain pengambilan sel telur, BKSDA juga melakukan berbagai upaya lain untuk memastikan keberlanjutan populasi badak Kalimantan. Ini termasuk peningkatan pemantauan dan perlindungan habitat alami mereka. Dengan kolaborasi antara ilmuwan, petugas konservasi, dan komunitas setempat, harapan untuk menyelamatkan badak Kalimantan tetap terjaga.

Peran Masyarakat dalam Pelestarian

Masyarakat sekitar wilayah Mahakam Ulu juga berperan penting dalam upaya pelestarian badak Kalimantan. Edukasi dan partisipasi aktif masyarakat dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa langka ini.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan