
Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Aceh Mulai Berlabuh di Pelabuhan
Bantuan logistik untuk korban bencana banjir di Aceh mulai berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Lhokseumawe dan Langsa. Proses pengiriman bantuan ini dilakukan melalui jalur laut karena akses darat yang terputus akibat banjir. Kapal cepat Express Bahari yang membawa logistik dari Pemerintah Aceh, BPMA, KKKS, dan BNPB sudah berlabuh di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara pada Minggu (30/11/2025) malam. Kapal tersebut menempuh perjalanan dari Banda Aceh.
Sementara itu, Kapal BC 60001 yang membawa bantuan kemanusiaan dari program Kemenkeu Satu dan Bea Cukai Peduli tiba di perairan Langsa pada Senin (1/12/2025), setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanjung Balai Karimun. Untuk mempercepat pendistribusian bantuan, kemarin pagi dilaksanakan proses ship-to-ship (STS) atau pemindahan barang dari BC 60001 ke Kapal BC 30001. Proses ini dilakukan langsung di perairan Langsa agar bantuan dapat segera dibawa ke darat dan diteruskan ke titik-titik penyaluran yang membutuhkan.
Kapal BC 30001 selanjutnya akan membawa seluruh bantuan hasil STS menuju dermaga Langsa untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut mencakup logistik kebutuhan dasar seperti bahan pangan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan darurat lainnya. Selain untuk wilayah Langsa, sebagian bantuan yang dibawa BC 60001 juga direncanakan akan didistribusikan kembali oleh BC 30001 menuju Lhokseumawe.
Peran Bea Cukai Aceh dalam Pendistribusian Bantuan
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, mengatakan bahwa Bea Cukai Aceh akan terus mendukung langkah pemerintah dalam percepatan penanganan bencana. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas unit dan semangat "Kemenkeu Satu" menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat bergerak cepat dan tepat sasaran ke wilayah yang membutuhkan.
Di Lhokseumawe, kedatangan bantuan dengan kapal Express Bahari disambut oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Setelah tiba di Krueng Geukueh, langsung dilakukan proses penurunan muatan oleh petugas dibantu relawan. Pengiriman bantuan lewat jalur laut dilakukan karena akses darat dari Banda Aceh hanya dapat dilalui hingga ke Bireuen. Seluruh jembatan di kawasan Kuta Blang, Bireuen, putus total akibat derasnya arus banjir.
Selain kapal Express Bahari, Mualem juga memantau proses bongkar muat logistik yang dibawa menggunakan kapal milik Basarnas yang lebih dulu sandar di pelabuhan tersebut. "Kita bergerak cepat agar masyarakat yang masih terjebak banjir tidak kekurangan logistik. Semua ini akan segera kita salurkan ke titik-titik terdampak," kata Mualem saat meninjau lokasi.
BPMA dan KKKS Juga Mengangkut Bantuan Melalui Jalur Laut
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama KKKS Wilayah Kerja WK Aceh, yaitu Medco E&P Malaka, PT PGE, TPI, dan Aceh Energi juga menggunakan jalur laut untuk mengangkut bantuan mereka dari Banda Aceh. Berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, BPMA dan KKKS juga menggunakan kapal Express Bahari untuk membawa logistik dan diturunkan ke Pelabuhan Krueng Geukueh. Selanjutnya, bantuan itu diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di pesisir timur Aceh.
Tak hanya itu, beberapa bantuan juga dibawa lewat jalur darat. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Kepala BPMA, Nasri Djalal juga ikut menyalurkan bantuan ke kawasan lingkar tambang migas Aceh. Mualem menyampaikan apresiasi atas solidaritas dan kontribusi seluruh pihak.
Kepala BPMA Nasri menekankan pentingnya peran seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah kerja BPMA dan SKK Migas untuk turut membantu penanganan bencana alam di Aceh. "Sebagian bantuan sudah dibagikan ke daerah terdampak banjir dan sebagian lagi sedang dalam perjalanan ke lokasi," jelasnya.
Kapal feri BNPB melanjutkan misi menuju Kuala Langsa untuk menyalurkan bantuan serupa. Selain mengangkut logistik, kapal juga dimanfaatkan untuk membawa warga yang terjebak atau ingin mengunjungi keluarga di daerah bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar