
Protes terhadap Kenaikan Harga Tiket Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV Ende
Kebijakan Panitia Turnamen Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV Ende yang menaikkan harga tiket untuk pertandingan semifinal mendapat banyak suara protes. Penolakan tidak hanya datang dari tim yang berlaga di babak semifinal, tetapi juga dari para suporter hingga warga setempat yang merasa kebijakan tersebut tidak adil.
Askab PSSI Ngada menyampaikan keberatan secara resmi atas keputusan panitia yang menaikkan harga tiket pertandingan babak semifinal menjadi Rp 50.000. Keberatan ini tertuang dalam surat bernomor 50/PSSI NGADA/XII/2025 tertanggal 2 Desember 2025, yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab PSSI Ngada, Josef Filius David Jawa.
Dalam surat tersebut, PSSI Ngada menilai kenaikan harga tiket dari Rp 20.000 menjadi Rp 50.000 terlalu tinggi dan dinilai akan memberatkan masyarakat pencinta sepak bola. Harga tiket itu melonjak 150 persen. “Meski kami memahami bila ada kebutuhan peningkatan pelayanan pertandingan, sepak bola di NTT tetap merupakan hiburan rakyat dan penggerak perekonomian lokal,” tulis Josef Filius David Jawa.
Askab PSSI Ngada mengusulkan agar harga tiket kelas ekonomi ditetapkan pada angka yang masih dapat dijangkau masyarakat, yakni Rp 30.000 per penonton. Dalam poin berikutnya, Askab PSSI Ngada menegaskan bahwa jika keberatan tersebut tidak direspons panitia, maka sebagai bentuk solidaritas terhadap pendukung PSN Ngada, tim belum dapat melakoni pertandingan babak semifinal hingga harga tiket diturunkan sesuai usulan.
Surat keberatan tersebut ditembuskan kepada Gubernur NTT, pimpinan DPRD NTT, Ketua KONI NTT, Ketua PSSI Provinsi NTT, Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta KONI Kabupaten Ngada.
Protes serupa juga datang dari warga Kabupaten Nagekeo yang merupakan pendukung tim Persena Nagekeo. Pada babak penyisihan, tiket Tribun Ekonomi dibanderol dengan harga Rp 10.000, kemudian naik menjadi Rp 20.000 pada babak 8 besar. Saat memasuki babak semifinal, panitia kembali menaikkan harga menjadi Rp 50.000, atau lebih dari dua kali lipat. Sementara itu, harga tiket VIP sudah lebih dulu naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000 sejak babak 8 besar.
Kenaikan harga disebut terlalu tinggi dan dinilai tidak wajar. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Pengurus Manajemen Suporter Persena Mania, Fery Meze, menyampaikan kekecewaannya dan menilai langkah panitia terkesan menjadikan ETMC sebagai ladang bisnis.
“Ini harga sudah tidak wajar. Apa ETMC kali ini sebagai ladang bisnis atau sebagai penghibur masyarakat?” ujar Fery, Selasa (2/12/2025). Dia menegaskan, kenaikan tiket hingga Rp 50.000 sangat memberatkan masyarakat kecil dari Nagekeo yang ingin menyaksikan tim kebanggaanya berlaga. Ia bahkan meminta agar PSSI NTT turun tangan untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.
“Tiket ekonomi sebelumnya Rp 20.000, sekarang naik menjadi Rp 50.000. Ini terlalu berat bagi rakyat kecil Nagekeo,” tambahnya.
Senada dengan Fery Meze, politisi PDI Perjuangan, Seravinus Mena, juga mengkritik panitia dan meminta PSSI NTT mengambil sikap tegas agar ETMC tidak berubah menjadi ajang komersialisasi berlebihan. “Asprov harus ambil sikap. Jangan jadikan ETMC sebagai ladang untuk menindas euforia masyarakat. Hati kamu di mana? Karcis nonton bola juga kamu peras dari rakyat,” ungkap Seravinus.
Kecaman kepada panitia
Sementara itu, Ketua Satgas DPP Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FPNTT) Paskalis Towari memberi kecaman kepada pemerintah daerah dan panitia. Dia mengatakan, lonjakan harga tiket tentu memberatkan masyarakat terlebh dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu. Menurutnya, Turnamen ETMC tidak hanya menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, tetapi juga sebagai wadah hiburan bagi masyarakat kecil.
Karena itu, kata dia, kebijakan menaikan harga tiket tidak sejalan dengan tujuan penyelenggaraan ETMC. "Ini tentu membebani masyarakat. Ini sama saja dengan tidak memberi kesempatan masyarakat kecil menyaksikan pertandingan," kata dia.
Panitia harus pertimbangkan kembali
Warga berharap panitia mempertimbangkan kembali kondisi ekonomi masyarakat dan membuat kebijakan yang lebih bijak, terutama menjelang partai-partai krusial ETMC 2025. Sampai saat ini, warga menyatakan akan terus memantau perkembangan dan menunggu respons panitia serta Asprov NTT terhadap protes yang disampaikan.
Sementara itu, PSSI NTT, panitia pelaksana dan keempat tim yang lolos ke babak semifinal ETMC XXXIV Ende saat ini sedang melaksanakan Match Coordination Meeting (MCM) di Hotel Syifa salah satunya membahas tentang harga tiket yang naik signifikan.
Adapun tim yang akan berlaga di babak semifinal terdiri dari PSN Ngada yang akan berhadapan dengan Bajak Laut Fc Manggarai Barat dan Persena Nagekeo yang akan meladeni Persada Sumba Barat Daya. Pertandingan babak semifinal ETMC XXXIV Ende rencananya akan digelar di Stadion Marilonga Ende pada Rabu (3/12/2025) sore hingga malam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar