
Di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Badan Pangan Nasional (Bapanas) berupaya mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak. Penyaluran ini dilakukan melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta bantuan kemanusiaan lainnya, dengan fokus pada daerah-daerah yang aksesnya terputus akibat bencana.
Hingga akhir pekan lalu, realisasi bantuan pangan reguler telah mencapai 5.382,66 ton beras dan 1.076.532 liter minyak goreng yang disalurkan ke 19 kabupaten/kota. Beberapa daerah seperti Padang Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Payakumbuh, dan Kota Solok telah menyelesaikan penyaluran hingga 100 persen. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
Selain itu, penyaluran bantuan pangan bencana alam (Bencal) juga terus dilakukan. Dari total 771.726 kg bantuan, sebanyak 456.262,5 kg atau 59,10 persen telah tersalur, sementara sisanya didistribusikan bertahap sesuai kondisi akses di lapangan. Sementara itu, Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kabupaten/kota mulai bergerak dengan realisasi 108.086,14 kg atau 24,47 persen.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menjelaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan pangan sangat penting, terutama untuk masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas. "Kami terus melakukan percepatan agar masyarakat di wilayah yang aksesnya terputus tetap segera mendapatkan pangan yang mereka butuhkan," ujarnya saat menerima kedatangan KRI Banda Aceh-593 yang membawa bantuan kemanusiaan Kementan-Bapanas di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Senin (8/12/2025).
Kedatangan bantuan kemanusiaan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti. KRI Banda Aceh-593 menjadi tulang punggung distribusi logistik pemerintah, terutama untuk wilayah pesisir barat Sumatera yang masih mengalami gangguan akses akibat longsor dan kerusakan jalan.
Gubernur Mahyeldi menyambut langsung bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Bapanas atas dukungan yang diberikan. "Kami sudah menerima bantuan dalam dua tahap beras cadangan nasional dengan total 771 ton dan sudah kami distribusikan ke daerah-daerah yang terdampak bencana," katanya.
Bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari program senilai Rp 75,85 miliar yang disiapkan pemerintah bersama mitra. Pada tahap pertama, Sumatera Barat menerima 67 truk logistik seberat 250 ton, yang terdiri atas:
- Beras: 1.052 karung
- Minyak goreng: 282 dus
- Gula: 126 dus
- Susu: 1.405 dus
- Mi instan: 3.104 dus
- Air mineral: 3.440 dus
Selain kebutuhan pokok, bantuan juga mencakup berbagai barang kebutuhan harian seperti pampers, softex, alat mandi, sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi, selimut, sarung, baju, sandal, alat ibadah, serta minuman ringan, snack, dan makanan bayi tambahan. Selain itu, 1.913 dus berisi perlengkapan kebutuhan sehari-hari juga disalurkan.
Tidak hanya itu, bantuan tambahan berupa 418 pcs selimut, sarung, dan alat ibadah, serta 35 koli baju juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. KRI Banda Aceh-593 dijadwalkan melanjutkan pelayaran ke Sibolga (9–10 Desember) dan Lhokseumawe (14 Desember), menerapkan pola pelayaran multi-titik untuk mempercepat penjangkauan wilayah bencana.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan penyaluran CPP, bantuan reguler, Bencal, dan CPPD dilakukan agar masyarakat terdampak segera memperoleh akses pangan memadai. "Ini amanah dari seluruh mitra, pengusaha, dan pegawai Kementan dan Bapanas. Kami pastikan bantuan sampai tepat sasaran. Tidak boleh ada yang disalahgunakan," katanya.
Penyaluran beras CPP dan logistik kemanusiaan di Sumbar menunjukkan kesiapan pemerintah menjangkau masyarakat terdampak meski infrastruktur terputus. Distribusi terus digencarkan hingga seluruh wilayah terdampak tersuplai dengan baik. Amran memastikan ia selalu memantau perjalanan dan hasil kerja tim di lapangan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar