Basarnas Buka Rahasia Tantangan Evakuasi Korban Bencana di Sumatera

Tantangan dalam Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses evakuasi korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Tantangan-tantangan ini memengaruhi efektivitas operasi pencarian dan pertolongan, sehingga perlu strategi khusus untuk mengatasinya.

Ketebalan Lumpur yang Mengering

Salah satu tantangan utama adalah ketebalan lumpur yang mengering. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi menyatakan bahwa kondisi ini menjadi masalah besar karena semakin sulit bagi tim pencari untuk menemukan korban yang masih hilang.

"Justru yang memungkinkan menjadi permasalahan adalah ketebalan lumpur yang pada saat mengering," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Senin (1/12/2025).

Untuk mengatasi hal ini, Basarnas mengerahkan anjing K9 untuk membantu proses pencarian. "Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 anjing pelacak untuk membantu tugas pencarian," tambahnya.

Keterbatasan Jumlah Personel

Tantangan kedua adalah keterbatasan jumlah personel Basarnas. Wilayah yang terdampak bencana sangat luas dan sulit diprediksi, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang lebih banyak.

"Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 anjing pelacak untuk membantu tugas pencarian," jelas Syafi.

Kendala Mobilitas Petugas

Selain itu, mobilitas petugas juga terhambat di sejumlah titik akibat dampak banjir dan longsor. Untuk mengantisipasi kurangnya personel dan transportasi, Basarnas mengerahkan bantuan dari daerah lain yang tidak terdampak bencana.

"Ada beberapa kapal, mulai dari kekuatan yang ada di kantor-kantor SAR yang tidak terdampak, mereka akan kita kirim mendekat," ucap Syafi.

"Jadi mulai dari Kantor SAR yang ada di Tanjung Pinang, Kantor SAR yang ada di Pontianak, Kantor SAR yang ada di Pekanbaru, bahkan begitu juga yang ada di Jambi, Bengkulu, mereka sampai ke Semarang kita perkuat untuk membantu," tambahnya.

Data Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dalam kesempatan yang sama, Syafi juga memberikan data terkini mengenai korban bencana di tiga provinsi tersebut. Sebanyak 33.620 orang telah menjadi korban bencana. Dari jumlah tersebut, 33.173 jiwa selamat, 447 jiwa meninggal dunia, dan 399 jiwa masih dalam pencarian.

Berikut rinciannya:

Provinsi Aceh

  • Jumlah terevakuasi: 1.146 jiwa
  • Jumlah selamat: 1.044 jiwa
  • Jumlah meninggal: 102 jiwa
  • Jumlah dalam pencarian: 116 jiwa

Provinsi Sumatera Utara

  • Jumlah terevakuasi: 3.029 jiwa
  • Jumlah selamat: 2.812 jiwa
  • Jumlah meninggal: 217 jiwa
  • Jumlah dalam pencarian: 168 jiwa

Provinsi Sumatera Barat

  • Jumlah terevakuasi: 29.445 jiwa
  • Jumlah selamat: 29.317 jiwa
  • Jumlah meninggal: 128 jiwa
  • Jumlah dalam pencarian: 115 jiwa

Upaya dan Strategi yang Dilakukan

Basarnas terus berupaya mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk anjing pelacak dan bantuan dari kantor SAR di luar daerah. Meski menghadapi berbagai tantangan, upaya ini dilakukan untuk memastikan semua korban dapat ditemukan dan diberi pertolongan yang optimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan