Beasiswa Indonesia-Austria 2026: Pendaftaran Dibuka, Gratis & IELTS Terjangkau


berita
- Pendaftaran Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2026 telah dibuka secara resmi untuk dosen tetap di perguruan tinggi Indonesia. Program beasiswa doktoral ini merupakan bagian dari kerjasama pendidikan tinggi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dan kapasitas riset dosen Indonesia di jenjang S3.

Beasiswa ini sangat cocok bagi para akademisi yang ingin memperdalam penelitian mereka di universitas-universitas Austria dengan dukungan finansial penuh serta memperluas jaringan akademik internasional.

Apa Itu Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP)?

Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) adalah program beasiswa pendidikan doktoral yang dihasilkan dari kerja sama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dengan OeAD-GmbH atas nama Federal Ministry of Women, Science and Research Austria. Program ini juga didukung melalui jaringan ASEA-UNINET.

Tujuan utama dari IASP adalah mengirim dosen Indonesia menempuh studi S3 di Austria guna meningkatkan kualitas pendidikan dan riset akademik di tanah air.

Manfaat Beasiswa

Peserta yang diterima dalam IASP akan mendapatkan sejumlah manfaat penting selama studi S3 di Austria, seperti:
Biaya pendidikan penuh untuk program doktoral.
Tunjangan bulanan/stipend sesuai ketentuan program.
Asuransi kesehatan dan dukungan administratif selama studi.
Fasilitas riset dan supervisi di kampus Austria yang telah terjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Selain itu, peserta juga memiliki peluang memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan profil profesional sebagai akademisi yang unggul.

Persyaratan dan Jadwal Pendaftaran

Calon pendaftar IASP 2026 harus memenuhi beberapa persyaratan utama, antara lain:
Berstatus dosen tetap di perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
Memiliki gelar magister (S2) dengan tahun kelulusan maksimal 5 tahun.
Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh studi doktoral.
Kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL iBT minimal 90 atau IELTS minimal 6,5 (sertifikat masih berlaku maksimum dua tahun).
Memiliki proposal riset akademik (research proposal) dalam bahasa Inggris yang telah disetujui calon pembimbing di universitas Austria.
* Usia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.

Dokumen administratif yang dibutuhkan meliputi:
CV berbahasa Inggris
2 surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris
Paspor
Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat dari universitas atau calon supervisor di Austria.
* Ijazah dan transkrip nilai S2

Pendaftaran sudah dibuka hingga 01 Maret 2026 melalui laman https://kualifikasi.dikti.kemdiktisaintek.go.id.

Proses Seleksi

Proses seleksi beasiswa IASP umumnya terdiri dari beberapa tahap:
Seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan dokumen yang diajukan.
Evaluasi proposal riset oleh panel akademik.
Wawancara atau diskusi ilmiah dengan calon supervisor atau tim seleksi.
Penetapan penerima beasiswa berdasarkan evaluasi keseluruhan.

Tahapan ini memastikan bahwa kandidat terpilih siap secara akademik dan memiliki rencana penelitian yang kuat untuk studi doktoral di Austria.

Beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme 2026 adalah peluang emas bagi dosen Indonesia yang ingin melanjutkan studi doktoral dengan dukungan penuh biaya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan