
JAKARTA, nurulamin.pro - Video viral di media sosial memperlihatkan seorang penyedia jasa inspeksi kendaraan yang sedang menelepon seseorang yang diduga terlibat penipuan mobil bekas.
Percakapan tersebut memicu perhatian warganet karena dinilai mengandung sejumlah kejanggalan yang kerap muncul dalam kasus penipuan jual beli mobil bekas.
Dalam video yang diunggah akun Instagram Inspector Idn, orang di seberang telepon mengaku sebagai anak buah pemilik mobil bekas.
Ia meminta calon pembeli mengirim sejumlah uang sebagai DP (down payment) jika mobil ingin dicek langsung. Uang yang diminta sebesar 20 persen dari harga mobil.
Namun, orang tersebut tidak menyebutkan nominal secara jelas. Hal itu terjadi karena harga mobil yang ditawarkan juga tidak dijelaskan secara rinci.
Selanjutnya, panggilan telepon dialihkan kepada seseorang yang mengaku sebagai pemilik mobil. Ketika dijelaskan bahwa penelepon berasal dari jasa inspeksi mobil, orang tersebut justru menolak mobilnya untuk diperiksa.
“Maaf pak sebelumnya, kalau mau ngecek mobil harus sama pembelinya,” kata oarang di telepon yang diduga pemilik, dikutip dari video, Senin (12/1/2026).
Saat dikonfirmasi terkait video tersebut, Lukman Hakim, pemilik PT Inspector Indonesia Expert, menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan indikasi kuat penipuan.
“Jadi, itu sudah pasti modus penipuan," kata Hakim kepada nurulamin.pro, Minggu (11/1/2026).
"Orang yang sedang menelepon saya berpura-pura memiliki showroom. Dia meminta agar pengecekan dilakukan bersama pembeli, dengan tujuan supaya pembeli hanya berhubungan langsung dengan si penipu tanpa melibatkan kami sebagai jasa inspeksi. Sebab, kalau kami dilibatkan, rencananya pasti gagal total," ujarnya.
Menurut Hakim, modus seperti ini sering digunakan untuk menjebak calon pembeli yang tergiur harga murah.
"Modus operandinya, pelaku memasang iklan mobil dengan harga sangat murah, biasanya mengambil materi dari iklan orang lain," katanya.
Setelah calon pembeli tertarik, alurnya diarahkan tidak seperti transaksi normal.
"Saat pembeli mulai tertarik, dia kemudian bukan diarahkan ke pemilik asli kendaraan. Proses transaksinya justru diarahkan langsung ke penipu, bukan ke pemilik kendaraan sebenarnya," ujar Hakim.
Video tersebut menuai banyak reaksi dari warganet. Banyak yang menilai permintaan uang muka untuk melihat unit merupakan tanda kuat penipuan.
Meski demikian, Hakim menegaskan bahwa konteks dalam video tersebut memang penipuan, tetapi praktik ini juga menimbulkan salah paham di lapangan.
"Konteksnya di sini memang penipuan, tetapi di sisi lain banyak pedagang mobil bekas yang benar-benar berjualan justru ikut tersinggung, karena mereka juga menerapkan sistem uang muka atau DP sebelum pengecekan unit,” katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar