
JAKARTA, nurulamin.pro Pengacara keluarga korban dalam kasus tiga orang tewas di Warakas, Azam Khan, menyatakan hingga kini pihak keluarga belum menaruh kecurigaan kepada pihak tertentu dan masih menunggu hasil resmi autopsi dari kepolisian.
“Belum ada kecurigaan ke mana-mana,” ujar Azam saat ditemui di rumah duka di Jalan Warakas III, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Azam menegaskan, fokus utama keluarga saat ini adalah memastikan penyebab kematian ketiga korban melalui hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium dari Polri.
Menurut Azam, apabila hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan keracunan, penyelidikan akan difokuskan pada sumber zat berbahaya tersebut.
“Nanti kalau memang hasil dari labor atau autopsi Polri menyatakan benar keracunan, kita akan mencari tahu dia beli makanan itu di mana,” katanya.
Keluarga berencana mendatangi kepolisian pada Senin (5/1/2026) untuk menanyakan perkembangan hasil autopsi.
“Kita akan menanyakan hasil autopsinya. Kalau hasilnya sudah keluar dan memang keracunan, baru kita telusuri keracunannya dari apa dan dari mana,” ucap Azam.
Azam menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut meninggalnya tiga orang sekaligus dalam satu keluarga.
“Ini menyangkut nyawa tiga orang. Ini bukan main-main dan menurut saya memang tidak wajar kalau meninggal seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menyimpulkan kematian akibat bunuh diri, maka proses hukum pidana akan tertutup.
Namun, jika ditemukan adanya unsur pemberian makanan atau minuman dari pihak lain, maka kasus tersebut harus diusut secara menyeluruh.
“Kalau ada pemberian dari orang atau beli di warung atau restoran, tentu itu harus diperiksa. Bahkan BPOM juga harus turun memeriksa makanannya,” kata Azam.
Polisi Belum Bisa Menentukan Penyebab Kematian
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian tiga orang yang ditemukan tewas di sebuah rumah kontrakan di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Selain tiga korban meninggal, satu anggota keluarga lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, ketiga korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa serta ruam kemerahan pada tubuh.
“Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisis dan pemeriksaan masih berlangsung,” kata Onkoseno di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat malam.
Terkait dugaan keracunan, Onkoseno menyebut pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.
“Ya, ini masih dalam proses pemeriksaan. Belum bisa kita simpulkan,” ujarnya.
Barang Bukti dan Saksi Diperiksa
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang untuk kepentingan penyelidikan, termasuk botol, seprei, dan pakaian korban.
“Beberapa barang kita amankan untuk dilakukan penelitian bersama Puslabfor,” kata Onkoseno.
Selain itu, polisi telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan tetangga korban. Dua orang lainnya yang masih satu keluarga dengan korban juga turut dimintai keterangan.
“Jadi ada saksi juga dari pihak keluarga, statusnya putra dari salah satu korban. Itu juga sedang kita lakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar