
Video Pemeriksaan Pemilik Wedding Organizer yang Viral di Media Sosial
Sebuah video pemeriksaan pemilik Wedding Organizer (WO), Ayu Puspita, beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, suara Ayu terdengar lemas saat menjawab pertanyaan dari penyidik Polres Metro Jakarta Utara.
Dalam potongan video yang direkam oleh korban, penyidik menanyakan kemampuan Ayu untuk tetap menyelenggarakan acara pernikahan klien yang sudah membayar lunas. Pertanyaan tersebut disampaikan dengan tegas:
"Ini untuk menjawab konsumen Ibu yang depan polres itu, Ibu untuk pernikahan 13 Desember 2025 atas nama Lulu, 21 Desember 2025 atas nama Kurniawan, dan 28 Desember 2025 atas nama Ardita, ibu sanggup gak menyelenggarakan?" tanya penyidik.
Dengan suara lemah dan gemetar, Ayu menjawab bahwa dirinya belum mampu. "Untuk hari ini saya belum bisa, pak," katanya. Penyidik kembali mempertegas pertanyaannya, namun Ayu memberikan jawaban yang mengawang-ngawang.
"Sanggup apa enggak ke depannya?" tegas penyidik. "Saya belum ada gambaran pasti ke depannya Pak," kata Ayu Puspita. Mendengar jawaban tersebut, penyidik lalu kembali bertanya dengan nada bicara yang lebih keras.
"Sanggup apa gak sanggup?! Itu jawabannya," tanya penyidik. "Untuk saat ini belum sanggup Pak," jawab Ayu Puspita.
Korban Unggah Video ke Media Sosial
Video tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu korban, Tamay (26) melalui akun Threads miliknya. Ia merasa lemas mendengar jawaban Ayu. "DEMI ALLAH LEMES BGT, AYU PUSPITA JAHAT BGT GW LEMES BGT INI UANG KAMI GIMANA NASIB NYA byayupuspitaa," tulis Tamay.
Ratusan Klien Jadi Korban
Di antara ratusan korban WO bodong, ada yang telah membayar lunas jauh hari karena tergiur paket lengkap dengan harga ekonomis. Pada Minggu, 7 Desember 2025, ratusan orang lalu mendatangi rumah Ayu Puspita di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Dalam video yang diunggah akun @jktnewsreborn, Ayu tampak mengenakan kerudung hitam dan kemeja bergaris biru-putih, sementara para korban terus menyampaikan tuntutan. Dalam pemeriksaan awal, Ayu menyampaikan bahwa manajemen keuangan perusahaannya mengalami masalah serius.
Ia mengakui menerapkan pola gali lubang tutup lubang, menggunakan pembayaran dari klien baru untuk membiayai kebutuhan acara klien sebelumnya. Selain itu, sebagian dana yang diterima digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian rumah mewah serta kegiatan bepergian ke luar negeri.
"Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi (saya) sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien," ucap Ayu.
Awal Terkuaknya Kasus
Kasus dugaan penipuan WO ini terungkap dari unggahan di TikTok yang melaporkan pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2025). Nana, saudara dari salah satu korban, menceritakan pesta pernikahan sepupunya kacau, sampai membuat kedua mempelai menangis.
Nana mengatakan ketika acara resepsi dimulai, tidak ada satu pun hidangan yang tersaji untuk tamu. "Acara sudah mulai katering nggak ada sama sekali," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (7/12/2025).
Pihak keluarga pengantin sempat menghubungi pihak katering yang semestinya disediakan oleh WO Ayu Puspita. Namun, respons yang diterima tidak jelas. "Saat dihubungi bilangnya sudah dekat tapi minta share location enggak dikasih," kata Nana.
Warganet yang mengaku turut sebagai korban kemudian membanjiri kolom komentar. Para korban pun berkomunikasi lebih lanjut melalui grup obrolan WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari hasil diskusi para korban, WO tersebut diduga memberikan penawaran yang sama secara menggiurkan untuk menarik pelanggan.
Saat ini, pihak WO sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, diikuti oleh korban yang ingin mengetahui kejelasan dugaan penipuan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar