
nurulamin.pro - Kayu manis kerap disebut-sebut sebagai solusi alami untuk mengusir hama sekaligus mengatasi penyakit tanaman.
Bumbu dapur yang satu ini bahkan sering direkomendasikan oleh para pegiat berkebun di media sosial.
Namun, seberapa efektif sebenarnya kayu manis jika digunakan di kebun?
Mengapa kayu manis dianggap bisa mengusir hama?
Dilansir dari Better Homes and Gardens, sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa kayu manis memang memiliki potensi sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman.
Akan tetapi, efektivitasnya sangat bergantung pada cara penggunaan dan bentuk kayu manis yang dipakai.
Kayu manis berasal dari kulit batang pohon Cinnamomum verum (kayu manis Ceylon) dan Cinnamomum cassia (kayu manis cassia). Kedua jenis pohon ini merupakan tanaman hijau abadi yang tumbuh di wilayah tropis.
Kulit batang kayu manis mengandung dua senyawa aktif utama, yakni cinnamaldehyde dan eugenol.
Kedua zat ini berperan sebagai sistem pertahanan alami pohon untuk melindungi diri dari serangan serangga, bakteri, dan jamur penyebab penyakit.
Senyawa inilah yang membuat kayu manis memiliki aroma khas sekaligus potensi sebagai bahan pengendali organisme pengganggu tanaman.
Apakah kayu manis ampuh sebagai antijamur?
Penelitian yang dilakukan di Polandia pada tahun 2021 menemukan bahwa minyak dan ekstrak kayu manis memiliki sifat antijamur.
Senyawa aktif di dalamnya mampu menghambat pertumbuhan berbagai patogen tanaman, seperti busuk tongkol jagung, layu fusarium, hawar awal pada tomat, serta jamur abu-abu yang sering menyerang buah-buahan.
Campbell Vaughn, agen pertanian dan sumber daya alam dari University of Georgia, menegaskan bahwa kayu manis bukanlah fungisida ajaib.
Meski begitu, dalam kondisi tertentu, terutama untuk mengendalikan jamur abu-abu pada tanaman buah seperti stroberi, kayu manis dapat memberikan hasil yang cukup membantu.
Selain itu, bubuk kayu manis juga kerap dimanfaatkan dalam perbanyakan tanaman. Meski tidak merangsang pertumbuhan akar, sifat antijamurnya dapat memperlambat pembusukan pada stek tanaman sehingga memberi waktu bagi akar untuk berkembang.
Manfaat kayu manis dalam mengendalikan hama
Studi yang sama juga menyebutkan bahwa kayu manis memiliki efek mengusir hama, meski tidak secara langsung membunuhnya.
Minyak kayu manis sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk pengusir nyamuk, biasanya dikombinasikan dengan minyak atsiri lain.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu manis dapat menghalau thrips, kutu daun persik, serta sejumlah jenis ngengat.
Bahkan, minyak daun kayu manis terbukti efektif membunuh larva nyamuk dan telah diteliti sebagai bahan pestisida hayati alami.
Cara menggunakan kayu manis yang tepat di kebun
Meski memiliki potensi, menaburkan bubuk kayu manis dapur secara langsung ke tanah atau tanaman ternyata tidak memberikan efek signifikan.
Kandungan cinnamaldehyde dan eugenol dalam kayu manis bubuk terlalu rendah untuk mengganggu hama atau jamur patogen. Untuk hasil yang lebih efektif, kayu manis perlu digunakan dalam bentuk minyak atsiri.
Minyak ini dapat diencerkan dengan air dan disemprotkan ke tanaman, atau digunakan melalui produk fungisida dan insektisida komersial yang memang mengandung minyak kayu manis sebagai bahan aktif.
Jika ingin meracik sendiri, konsentrasi larutan harus sangat diperhatikan. Penelitian merekomendasikan perbandingan 1 bagian minyak kayu manis dengan 1.000 bagian air untuk mengendalikan jamur putih.
Sebelum digunakan secara luas, disarankan melakukan uji semprot pada satu daun terlebih dahulu.
Pasalnya, minyak kayu manis yang terlalu pekat justru dapat merusak tanaman. Dalam hal ini, sedikit minyak kayu manis sudah cukup memberikan efek.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar