
Bencana Hidrometeorologi Melanda Enam Kecamatan di Kabupaten Serang
Pada hari Sabtu (3/1/2026), wilayah Kabupaten Serang dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur daerah tersebut sejak siang hingga sore hari. Sejumlah kecamatan terdampak, termasuk Kecamatan Kramatwatu, Waringinkurung, Lebak Wangi, Ciruas, Tirtayasa, dan Pontang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian bencana tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara, banjir dan longsor terjadi di beberapa titik permukiman warga. Saat ini, BPBD masih melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak serta kebutuhan di lapangan.
Titik-Titik Banjir yang Terdampak
Di Kecamatan Kramatwatu, banjir melanda Kampung Tonjong dan Kampung Sanding Jaya, Desa Tonjong. Sementara itu, di Kecamatan Waringinkurung, genangan air terjadi di Kampung Sitoru RT 009. Di Kecamatan Lebak Wangi, air menggenangi Kampung Karang Jetak dan Kampung Bolang Pulo, Desa Bolang.
Di Kecamatan Ciruas, banjir terjadi di Kampung Cigelam, Desa Cigelam, serta kawasan BCP 2, Desa Ranjeng. Selanjutnya, Kecamatan Tirtayasa terdampak banjir di Kampung Tengkurak, Desa Tengkurak. Sementara di Kecamatan Pontang, banjir terjadi di Kampung Kemayungan, Desa Sukajaya.
Langkah Penanganan Awal oleh BPBD
Ajat menjelaskan bahwa BPBD Kabupaten Serang telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal. Hal ini mencakup validasi laporan dari pelapor, koordinasi dengan aparatur setempat serta relawan kebencanaan, dan pemberangkatan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat.
“Sebagian warga sudah melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Namun, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan debit air sungai terus mengalami kenaikan,” ujarnya.
Pemantauan dan Imbauan kepada Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Serang masih melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak serta mengumpulkan data terkait jumlah warga terdampak, kerusakan, dan kebutuhan mendesak di lapangan.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar