
Kejadian Pohon Tumbang di Desa Mawangi
Pohon tumbang terjadi di Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) pagi tadi. Peristiwa ini terjadi saat kondisi hujan disertai angin deras yang terjadi di wilayah HSS, Senin (8/12/2025), sekitar pukul 08.00 Wita. Pohon berukuran cukup besar tersebut jatuh ke tengah jalan raya yang menyebabkan pengendara terpaksa harus berhenti.
Salah satu pengguna jalan yang melintas, Titik Ridha dari Kandangan menuju Loksado mengatakan, para pengendara terpaksa menghentikan kendaraan mereka sambil menunggu dilakukan pembersihan. “Sekitar 5 - 10 menit dibersihkan, kalau tidak salah dari warga setempat yang memotong menggunakan mesin Chainsaw,” katanya.
Terpisah, Kepala Desa Mawangi, Muhammad Helmi membenarkan kejadian tersebut. “Tadi kami mintakan RW bersama warga setempat melakukan pembersihan ke pohon tumbang tersebut,” jawabnya.
Persiapan Menghadapi Bencana
Menghadapi bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS telah menggelar apel siaga darurat. Dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSS, Kusairi bahwa saat ini tengah terjadi transisi kemarau ke penghujan ditandai adanya peningkatan intensitas hujan.
“Kita telah menggelar apel siaga darurat Batingsor, langkah awal memasuki musim penghujan. Sebab, dampak musim saat ini, dapat terjadi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung terutama di HSS,” katanya.
BPBD HSS telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki potensi tinggi kejadian Batingsor. Dirincikannya, wilayah kecamatan sering terdampak tanah longsor berada di Padang Batung, Loksado, dan Telaga Langsat termasuk daerah berada sekitar bantaran sungai. Sementara, wilayah sering terdampak banjir bandang kebanyakan berada daerah pegunungan, Loksado, Padang Batung, dan Telaga Langsat.
Upaya Pencegahan Banjir
Harapannya, dapat memperlancar air yang datang dari arah pegunungan, sehingga Kota Kandangan tidak terpendam. Begitu pula kejadian puting beliung, wilayah terdampak berada di daerah terbuka, seperti Angkinang, Sungai Raya, Simpur, dan Kandangan.
“Menghadapi kondisi Batingsor di beberapa daerah rawan tadi, kita bekerjasama dengan semua komponen terlibat baik desa, kecamatan, dan instansi vertikal untuk kesiapsiagaan. Begitu juga personil dan peralatan kita,” ungkapnya. Kalak BPBD mengimbau, wilayah yang berpotensi terjadi angin puting beliung agar memperhatikan rumah yang berdekatan dengan pohon atau listrik dan sebagainya.
BPBD memastikan, kesiapan membantu untuk melakukan pemotongan terhadap pohon-pohon yang posisinya berada cukup membahayakan.
Prediksi Cuaca dan Potensi Banjir Rob
Menjelang akhir tahun 2025, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan Selasa (9/12/2025). Warga Kalsel yang hendak melakukan aktivitas di awal pekan ini bisa menggunakan artikel berikut sebagai acuan.
Berdasarkan pantauan BMKG, diperkirakan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Balangan, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Tanah Laut, diguyur hujan petir sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA. Sementara wilayah Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah, akan cerah pada pagi hari kemudian diguyur hujan lebat mulai pukul 11.00 WITA.
Potensi hujan lebat diseluruh wilayah ini diprakirakan akan terjadi hingga malam hari. Selain itu, potensi banjir ROB hingga 14 Desember juga menjadi perhatian masyarakat.
Banjir Rob Akibat Pasang Air Laut
Sejumlah kawasan pemukiman hingga jalan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) tergenang air akibat pasang pada Minggu (7/12/2025) malam hingga dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor sebelumnya telah menjelaskan bahwa pasang diakibatkan adanya fase bulan purnama dan perigee, dimana saat ini merupakan jarak terdekat bulan ke bumi.
Banjir rob akibat air pasang di pesisir perairan Barito seperti Banjarmasin dan sekitaranya dipredeksi akan masih berlangsung hingga satu pekan kedepan. Kepala Stamet Syamsudin Noor, Otta Welly Jeni Tholla mengatakan predeksi pasang terjadi sejak tanggal 5 Desember 2025 lalu dan akan berlangsung hingga 14 Desember 2025 mendatang.
“Potensi pasang di pesisir perairan Sungai Barito hingga pertengahan Desember 2025,” katanya kepada Bpost, Minggu (7/12/2025). Adapun waktu terjadinya pasang yaitu pada malam hari sejak pukul 20.00 wita sampai pukul 04.00 wita dengan ketinggian pasang maksimum mencapai 3 meter.
Selain pesisir Sungai Barito, pasang air laut juga dipredeksi terjadi di pesisir Kalsel yaitu Kotabaru dan Tanahbumbu. Potensi pasang terjadi pada tanggal 3-10 Desember 2025 pada pukul 16.00-22.00 wita dengan ketinggian maksimum mencapai 3 meter.
“Masyarakat pesisir diimbau selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob),” imbauanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar