Bener Meriah Bantah Kabar Bantuan Banjir Sumatera Hilang 80 Ton

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah Terkait Bantuan Logistik

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, memberikan penjelasan terkait isu bantuan sebanyak 80 ton untuk korban banjir Sumatera yang disebut hilang. Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, menegaskan bahwa semua logistik yang masuk dan keluar melalui gudang logistik tercatat secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ilham mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi adanya kehilangan logistik di gudang. "Tentang informasi adanya logistik yang hilang, kalau yang sudah masuk gudang logistik dipastikan tidak ada," ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya membawa bantuan dari petugas di Bandara Rembele, yang memang diperuntukan bagi masyarakat Bener Meriah. Bantuan tersebut kemudian dibawa ke gudang dengan pengawalan. Sementara di gudang kargo sendiri, kendali dipegang oleh TNI Angkatan Udara (AU) yang bertugas di sana.

"Sejak awal kami sampaikan kepada para donatur atau siapapun yang mau mengirimkan logistik untuk masyarakat, dialamatkan ke posko bencana atau langsung ke penerimanya menunggu di gudang cargo Bandara Rembele," katanya.

Menurut Ilham, apabila bantuan sudah resmi tercatat dan diterima oleh gudang logistik, setiap penerima akan tercatat secara administrasi. Ada standar operasional prosedur (SOP) ketika akan disalurkan kepada siapa, jumlahnya berapa, lengkap dengan dokumentasi penerima. Bagi masyarakat yang menemukan adanya kecurangan, pencurian bantuan dan segala bentuk kejahatan terhadap bantuan, segera laporkan ke pihak berwajib, kata Ilham.

Penyaluran Bantuan Logistik ke Titik-Titik Terisolasi

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah secara bertahap terus menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik yang terisolasi di Kabupaten Bener Meriah, baik melalui jalur darat dan udara. Untuk jalur darat, diserahkan melalui camat atau langsung ke Reje. Sementara jalur udara disampaikan melalui helikopter dibantu oleh TNI AU langsung dari Bandara Rembele.

"Ikalau ada yang mengatakan bantuan menumpuk di Bandara Rembele, itu tidak benar, itu adalah bantuan yang baru turun dari pesawat cargo," ujar Ilham.

Bantuan tersebut, kata Ilham, menunggu antrean untuk disalurkan menggunakan helikopter TNI AU ke titik-titik yang terisolasi. Antrean terjadi karena hanya dua unit helikopter yang beroperasi, dengan masing-masing hanya dapat membawa sekitar 500 kilogram.

Kondisi Gudang Logistik dan Persediaan Beras

Untuk gudang logistik sendiri, pemerintah berharap terus bantuan logistik masuk karena saat ini gudang logistik yang berada di posko utama nyaris kosong, semua bantuan terus disalurkan. Bahkan untuk beras kondisinya saat ini sudah sangat menipis.

Ilham menuturkan beberapa Reje yang datang karena kehabisan logistik terpaksa dibatasi karena beras sangat sedikit. Beras yang masuk tidak sebanding dengan beras yang tersalurkan, kata dia.

Pemerintah daerah melalui posko utama tidak pernah melarang, membatasi, mengambil bantuan yang diberikan. Namun, kata Ilham, pemerintah daerah hanya mengatur agar bantuan yang diberikan donatur tidak tumpang tindih di suatu tempat dan bisa merata. Ada yang hanya bisa tersalurkan 1-2 kg per rumah tangga karena memang stok menipis, bukan ditimbun, kata dia.

Pentingnya Alokasi Anggaran Bencana

Mengapa Pemerintah Daerah Perlu Alokasikan Anggaran Bencana?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan