
Kondisi Listrik di Bener Meriah Mulai Pulih
Hingga Kamis (11/12/2025), lima kecamatan di Kabupaten Bener Meriah telah kembali mendapatkan aliran listrik. Kelima kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Badar, Bukit, Wih Pesam, Bener Kelipah, dan Permata. Meskipun demikian, tidak semua wilayah dalam kecamatan-kecamatan tersebut sudah pulih sepenuhnya.
Beberapa desa masih mengalami gangguan listrik karena akses jalan yang terputus. Hal ini menyulitkan petugas PLN untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut. Manajer PLN ULP Janarata, M Arif Fauzi, menyebutkan bahwa sekitar 60 persen dari total wilayah Bener Meriah telah kembali memiliki aliran listrik. Listrik yang disuplai berasal dari gardu Takengon, Aceh Tengah.
"Kendala utama tim di lapangan adalah akses jalan dan jembatan yang masih putus, sehingga belum bisa diakses semuanya," ujarnya saat dikonfirmasi.
Warga Masih Terisolir
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, hingga pukul 22.00 WIB pada Kamis (4/12/2025), sebanyak 46.611 warga masih terisolir. Data ini menunjukkan bahwa isolasi terjadi di enam kecamatan berbeda:
- Kecamatan Pintu Rime Gayo: 23 desa dengan 17.138 jiwa
- Kecamatan Gajah Putih: 10 desa dengan 10.396 jiwa
- Kecamatan Mesidah: 15 desa dengan 6.325 jiwa
- Kecamatan Syiah Utama: 14 desa dengan 2.799 jiwa
- Kecamatan Permata: 7 desa dengan 6.024 jiwa
- Kecamatan Timang Gajah: 4 desa dengan 3.939 jiwa
Kondisi di Lokasi
Pantauan di lokasi pada Jumat (5/12/2025) menunjukkan bahwa wilayah Bener Meriah masih dalam kondisi gelap. Jaringan listrik tetap padam, dan jaringan telekomunikasi juga lumpuh. Hal ini memperparah kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Warga mulai panik akibat kesulitan mencari bahan makanan, terutama beras. Selain itu, pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan juga sangat sulit ditemukan.
Tantangan yang Dihadapi
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan di Bener Meriah masih berlangsung secara bertahap. Meski ada kemajuan dalam pemulihan listrik, akses jalan yang rusak menjadi hambatan utama. Petugas PLN dan relawan terus berupaya keras untuk memperbaiki infrastruktur dan membantu warga yang terisolir.
Upaya Pemulihan
PLN dan pemerintah setempat sedang melakukan upaya intensif untuk memperbaiki jaringan listrik dan memastikan seluruh wilayah dapat kembali normal. Namun, kondisi cuaca dan kerusakan infrastruktur yang parah membuat proses ini memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.
Dalam beberapa hari ke depan, diperkirakan akan ada peningkatan signifikan dalam ketersediaan listrik dan akses transportasi. Warga diharapkan tetap bersabar dan mengikuti informasi resmi yang diberikan oleh pihak berwenang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar