Benzema Buka Suara Soal Drama Real Madrid


Real Madrid Menghadapi Tantangan Berat, Benzema Beri Kritik Tajam

Real Madrid kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Dalam sebulan terakhir, kesulitan yang mereka alami mulai memengaruhi posisi pelatih Xabi Alonso secara serius. Padahal, awal musim ini sempat ditandai dengan optimisme tinggi, terutama setelah kemenangan besar di El Clsico yang seolah menghapus semua keraguan. Namun, sejak saat itu, Los Blancos seperti kehilangan arah. Hasil pertandingan menunjukkan bahwa tim tidak lagi terlihat seperti dulu.

Di tengah situasi ini, legenda klub Real Madrid, Karim Benzema, akhirnya angkat bicara. Dalam wawancara dengan L'Equipe, ia menjelaskan apa yang menurutnya menjadi akar masalah Real Madrid musim ini. Menurutnya, yang mereka lewatkan adalah koneksi antara pemain-pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Vinicius, Jude Bellingham, dan Rodrygo.

Benzema menyatakan bahwa para pemain tersebut memiliki kualitas luar biasa, tetapi mereka belum saling terhubung di atas lapangan. Ia menekankan betapa pentingnya setiap pemain memahami peran masing-masing. Setiap pemain harus tahu apa yang harus mereka lakukan di lapangan. Bellingham perlu memahami bahwa dia adalah pengatur serangan, bukan pencetak gol, tambahnya.

Selain itu, Benzema juga memberikan pandangan tentang posisi ideal para pemain. Mbappe adalah pencetak gol, bukan pengatur serangan. Vinicius bukan gelandang bertahan, dia pemain sayap kiri. Menurutnya, ketika peran sudah jelas, sisanya akan berjalan dengan sendirinya karena kualitas individu mereka sudah sangat tinggi.

Soal Xabi Alonso, Benzema menyebut eks gelandang elegan itu berada dalam situasi sulit karena ruang ganti Real Madrid tidak mudah dikendalikan. Xabi Alonso sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia memiliki nama-nama pemain yang luar biasa, jadi dia harus mewujudkan nama-nama itu di lapangan. Ia juga menambahkan bahwa ini sulit karena setiap pemain punya egonya masing-masing. Yang terpenting, mereka perlu berkomunikasi.

Benzema sangat tegas soal ego. Ia menyebut masalah terbesar muncul ketika pemain tidak bisa menerima bahwa rekan setimnya lebih baik dalam hal tertentu. Masalahnya adalah ketika Anda tidak menerima bahwa ada pemain di depan Anda yang mencetak lebih banyak gol daripada Anda. Jika rekan setim Anda lebih baik dari Anda, Anda harus menerimanya.

Di mata Benzema, hilangnya sosok-sosok senior di ruang ganti juga membuat keadaan makin rumit. Tidak ada lagi figur yang bisa menegur atau mengarahkan para bintang muda. Masalah lain di Real Madrid adalah tidak ada lagi pemain veteran berpengalaman yang tersisa. Seorang pria yang akan mendatangi Kylian Mbappe, Bellingham, Vini, dan memberi tahu mereka apa yang salah.

Lalu apakah Madrid perlu merombak skuad? Benzema menjawab dengan lugas: tidak. Apakah Real Madrid harus mengubah susunan pemain mereka? Tidak, tetapi mereka benar-benar perlu berbicara dan mengungkapkan perasaan mereka.

Di sisi lain, ia memuji adaptasi cepat Mbappe di Santiago Bernabu. Kylian Mbappe adalah pemain yang seharusnya membawa trofi ke Real Madrid. Dia mencetak banyak gol dan akan terus mencetak gol& Namun, ia juga memberi peringatan halus: jangan bermain sendirian. Hati-hati, jangan sendirian, berinteraksilah dengan pemain lain. Itulah mengapa saya berbicara tentang koneksi.

Dengan komentar jujur dan tajam tersebut, Benzema seolah menegaskan bahwa masalah Real Madrid saat ini bukan sekadar taktik atau nama besar, melainkan soal koneksi, komunikasi, dan ego yang perlu diselaraskan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan