
Perubahan Besar dalam Sejarah Yamaha MotoGP
Yamaha telah mengambil langkah besar dengan beralih dari mesin Inline-4 ke konfigurasi V4 untuk motor MotoGP mereka. Perubahan ini dianggap sebagai perubahan yang benar-benar mengubah karakter motor pabrikan Jepang tersebut. Namun, meskipun ada banyak harapan, Yamaha menegaskan bahwa tidak ada solusi ajaib untuk kembali ke puncak setelah tiga musim tanpa kemenangan.
Keputusan ini menandai akhir dari era mesin Inline-4 pada Yamaha M1. Selama lebih dari dua dekade, konfigurasi Inline-4 menjadi identitas utama Yamaha dan sukses membawa delapan gelar juara dunia kelas utama. Namun, dominasi tersebut mulai memudar seiring meningkatnya daya saing pabrikan Eropa yang lebih dulu menggunakan mesin V4.
Era Baru untuk Yamaha
Kehilangan keunggulan performa membuat Yamaha mengambil keputusan teknis yang sangat berani dalam sejarah MotoGP modern, yaitu beralih ke mesin V4 mulai musim 2026. Takahiro Sumi, General Manager, Motor Sports Development Division, Yamaha Motor Co Ltd & President of Yamaha Motor Racing, mengatakan bahwa proyek V4 masih berada pada tahap awal. Meski begitu, ia menilai sinyal awal yang muncul cukup menjanjikan.
“Salah satu targetnya adalah untuk mendapatkan rentang performa yang lebih luas,” kata Sumi di Jakarta (21/1/2026). Sumi juga menyebutkan bahwa karakter V4 mulai menunjukkan kelebihan yang selama ini sulit dicapai dengan mesin Inline-4. Bahkan di tahap awal, Yamaha menemukan kemajuan dalam beberapa elemen kunci, seperti stabilitas saat pengereman dan akselerasi, serta konsistensi rasa dalam jangka panjang.
Desain Ulang Seluruh Konsep Motor
Langkah Yamaha ini bukan sekadar pergantian mesin. Perubahan ke V4 berarti desain ulang seluruh konsep motor, dari tata letak hingga karakter berkendara. “Ini bukan hanya tentang mengganti mesin, tetapi semua komponen, tata letak, semuanya berbeda,” ujar Sumi.
Yamaha menyadari bahwa transisi ini tidak akan instan. Basis pengaturan masih terus dicari agar performa V4 bisa stabil dan konsisten. “Begitu kita menemukan pengaturan dasar, kita seharusnya akan sangat stabil dan cepat. Namun sekarang, kita masih mencari keseimbangan terbaik,” ucap Sumi.
Harapan dan Tantangan
Paolo Pavesio, Managing Director, Yamaha Motor Racing & Team Principal, Monster Energy Yamaha MotoGP, juga mengingatkan agar publik tidak berekspektasi berlebihan terhadap mesin baru tersebut. “Tidak ada keajaiban dalam olahraga ini. MotoGP adalah olahraga mekanis, dan Anda perlu menerima bahwa ada perjalanan panjang untuk kembali,” ujar Pavesio.
Selama musim lalu, Yamaha mampu menunjukkan kecepatan satu lap, terbukti dari lima pole position Fabio Quartararo. Namun masalah utama muncul saat balapan jarak panjang. “Pada lap tercepat kami menemukan kecepatan. Namun kami kurang konsisten dan performa sepanjang jarak balapan,” ucap Pavesio.
Inilah salah satu alasan mendasar Yamaha beralih ke V4. Konfigurasi baru ini diyakini memiliki potensi pengembangan yang lebih besar, terutama untuk konsistensi dan daya saing jangka panjang. “Untuk musim depan, kami yakin paket V4 memberi kami potensi lebih untuk berkembang sepanjang tahun. Kami ingin belajar, para pembalap ingin mengendarainya, dan kami berharap motor ini akan meningkat selangkah demi selangkah,” katanya.
Strategi untuk Regulasi Baru
Lebih jauh, Pavesio menegaskan bahwa keputusan ini juga bersifat strategis untuk menyongsong regulasi baru MotoGP 2027, ketika kapasitas mesin turun menjadi 850 cc. “Kami percaya pada diri kami sendiri, dan kami percaya bahwa perjalanan [V4] yang telah kami pilih adalah perjalanan yang benar. Selain itu, kami percaya bahwa ketika Anda harus mengejar ketinggalan, Anda perlu berani dan tegas,” ujar Pavesio.
Sebagai informasi, Yamaha selanjutnya akan menurunkan tiga evolusi motor berbeda dalam tiga musim beruntun: M1 Inline-4 1000 cc pada 2025, V4 1000 cc pada 2026, dan V4 850 cc pada 2027. “Dan inilah alasan mengapa keputusan untuk beralih ke konfigurasi V4 pada tahun '26 diambil. Motor ini jelas memiliki potensi lebih besar daripada motor yang kami gunakan dalam balapan tahun 2025. Selain itu, konfigurasi V4 inilah yang memproyeksikan kami ke era 2027–2031,” kata dia.
Ujian awal mesin baru ini akan dimulai di Sepang, saat Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Toprak Razgatlioglu menjajal Yamaha V4 dalam sesi shakedown akhir bulan ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar