Beredar tulisan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid berisi sumpah dan bantahan terkait OTT KPK

Beredar tulisan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid berisi sumpah dan bantahan terkait OTT KPK
Ringkasan Berita:
  • Kasus OTT Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid masih dikembangkan KPK, dengan masa penahanan sudah tiga kali diperpanjang sejak November 2025.
  • Surat tulisan tangan Abdul Wahid dari tahanan beredar di publik, berisi sumpah membantah tuduhan penerimaan fee/setoran dan menyebut uang sitaan KPK sebagai tabungan untuk kesehatan anak.
 

nurulamin.pro, PEKANBARU - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid hingga kini belum tuntas alias masih dalam proses pengembangan oleh penyidik KPK.

Terakhir muncul tulisan surat yang berasal dari Abdul Wahid dari dalam rumah tahanan KPK.

Tulisan bertulis tangan dari secarik kertas bertinta biru, itu ditandatangani Abdul Wahid.

Adapun isi sumpah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

Kepada masyarakat Riau yang kami cintai karena Allah.

Wallahi

Billahi

Tallahi

1. Saya meminta maaf dan keikhlasan atas segala kesalahan dan kejadian yang Bapak/Ibu lihat dan dengar dari media;

2. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta fee maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan;

3. Saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapa pun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya;

4. Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.

Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah Maha Adil.

Wamakaruu wa makarallah. Wallahu khairul maakirin.

(Tandatangan Abdul Wahid).

Surat ini beredar di banyak group WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau.

Termasuk di group alumni UIN Suska yang merupakan ketua alumninya juga masih Abdul Wahid.

Pengurus alumni UIN Suska yang juga sahabat Abdul Wahid yang sejak awal bergerak membela Wahid dengan membentuk tim pencari fakta.

Rinaldi membenarkan jika surat itu benar dari Abdul Wahid.

"Suratnya sekitar November lalu dan sekarang baru dimunculkan ke publik, sudah banyak juga surat lain dititip Abdul Wahid ke sahabatnya yang lain," ujar Rinaldi.

Sebagaimana diketahui, perpanjangan masa penahanan Abdul Wahid sudah masuk tiga kali masa perpanjangan setelah di OTT pada 3 November 2025 silam.

(nurulamin.pro/Nasuha Nasution)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan