Berita Baik! Kebumen Kurangi Kemiskinan Pangan 2,8 Persen dalam Setahun

Berita Baik! Kebumen Kurangi Kemiskinan Pangan 2,8 Persen dalam Setahun

Upaya Penanganan Kerawanan Pangan di Kebumen Menunjukkan Hasil yang Menggembirakan

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, telah menunjukkan perkembangan positif dalam menghadapi isu kerawanan pangan dan gizi. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Prevalensi Ketidakcukupan Pangan (PoU) di Kebumen tercatat sebesar 9,2 persen. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,0 persen. Dalam lima tahun terakhir, penurunan PoU bahkan mencapai 3,39 persen.

Perbandingan dengan Tingkat Nasional dan Daerah Lain

Meskipun angka PoU Kebumen menunjukkan tren positif, masih terdapat perbedaan dengan rata-rata nasional. Rata-rata PoU Indonesia tercatat sebesar 8,27 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan untuk mencapai kecukupan gizi yang merata di Kebumen masih cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU adalah kondisi di mana seseorang secara rutin mengonsumsi jumlah makanan yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan energi minimal agar dapat hidup normal, aktif, dan sehat. Indikator ini sangat penting untuk mengukur kondisi ketahanan pangan dan gizi suatu wilayah.

Angka 9,2 persen ini mengindikasikan bahwa persentase penduduk Kebumen yang mengonsumsi makanan namun kebutuhan energinya masih kurang, tidak melebihi 9,2 persen dari total populasi. Dibandingkan dengan 34 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah, posisi Kebumen berada di urutan ke-23 dalam daftar PoU.

Daftar Kabupaten/Kota dengan PoU Terendah di Jawa Tengah

Berikut adalah 10 kabupaten/kota dengan PoU terendah di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024:

  • Kota Salatiga: 4,04%
  • Kota Semarang: 4,15%
  • Kota Tegal: 5,02%
  • Kota Pekalongan: 5,05%
  • Kabupaten Kudus: 5,41%
  • Kabupaten Pekalongan: 5,54%
  • Kota Surakarta: 6,22%
  • Kabupaten Pemalang: 6,31%
  • Kabupaten Batang: 6,53%
  • Kabupaten Karanganyar: 7,09%

Kota Salatiga menjadi wilayah dengan PoU terendah, sekaligus menempati urutan teratas. Sebaliknya, wilayah dengan tingkat ketidakcukupan pangan tertinggi, berada di urutan terakhir, adalah Kabupaten Wonosobo dengan 13,39 persen.

Penurunan PoU sebagai Capaian Penting

Penurunan PoU di Kebumen merupakan capaian penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Data ini menjadi cerminan bahwa program-program pemerintah terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan akses pangan bergizi mulai membuahkan hasil.

Namun, meski ada progres, pemerintah daerah tetap harus memprioritaskan intervensi yang lebih terarah untuk menekan angka PoU di bawah rata-rata nasional. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat Kebumen yang lebih sehat dan aktif.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan