BERITA TERKINI - 2 Korban Banjir Aceh Utara Ditemukan, 150 Tewas, 1.111 Luka-Luka

BERITA TERKINI - 2 Korban Banjir Aceh Utara Ditemukan, 150 Tewas, 1.111 Luka-Luka

Dampak Banjir di Aceh Utara yang Mengguncang Warga

Banjir yang terjadi di Aceh Utara hingga Jumat (12/12/2025) telah menimbulkan kerugian besar baik dalam hal jiwa maupun materi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Kabupaten Aceh Utara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 150 orang. Angka ini naik dua dari sehari sebelumnya setelah ditemukan dua korban lagi. Saat ini, masih ada delapan orang yang hilang dan 1.111 warga mengalami luka-luka.

Korban banjir tidak hanya terbatas pada penduduk umum, tetapi juga melibatkan berbagai kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, serta penyandang disabilitas. Data menyebutkan bahwa terdapat 1.080 ibu hamil, 7.127 balita, 4.559 lansia, dan 300 penyandang disabilitas yang terdampak banjir. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena kebutuhan kesehatan dan keselamatan mereka sangat penting.

Selain itu, sebanyak 417.606 jiwa dari 123.228 kepala keluarga terdampak banjir, dengan 19.214 kepala keluarga atau 72.849 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang telah disediakan pemerintah. Hingga saat ini, tercatat 157 titik pengungsian yang tersebar di meunasah, masjid, dan tempat aman lainnya.

Kerusakan Fisik yang Luas

Banjir juga menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan. Sebanyak 26.501 rumah terendam air, 16.793 rumah rusak berat, 6.134 rumah rusak sedang, dan 15.126 rumah rusak ringan. Selain permukiman, lahan pertanian juga terkena dampak banjir, yaitu 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak. Kerusakan ini membahayakan ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat jangka panjang.

Infrastruktur publik juga tidak luput dari kerusakan. Terdapat 432 ruas jalan, 12 unit irigasi, 78 titik tanggul sungai, serta 51 unit jembatan yang rusak. Selain itu, fasilitas pendidikan juga terdampak dengan 383 sekolah mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Ratusan alat peraga pendidikan ikut rusak akibat banjir.

Tidak hanya itu, puluhan masjid dan meunasah mengalami kerusakan ringan maupun sedang. Sementara itu, ratusan dayah dan pesantren juga terkena dampak banjir dengan kerusakan yang bervariasi. Kerusakan infrastruktur tersebut membuat proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Permintaan Pemerintah Daerah

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM, yang akrab disapa Ayahwa, meminta pemerintah pusat serius menangani pemulihan pasca-banjir. Ia menekankan perlunya penyediaan rumah bagi korban banjir serta perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, serta perbaikan sawah dan tambak.

Karena ini mata pencarian warga, ujar Ayahwa. Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi harus segera ditangani agar masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan