
Korban Tenggelam Ditemukan dalam Kondisi Tak Bernyawa
Seorang korban tenggelam akibat kecelakaan kapal jukung yang terbalik di sekitar utara bibir pantai Kota Tegal ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Sabtu (13/12/2025). Jenazah korban bernama Hanif Saputra (21) itu ditemukan sekira pukul 06.15 WIB di sekitar lokasi kejadian.
Kasatpolairud Polres Tegal Kota, Iptu Susanto menjelaskan bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekan-rekannya yang berjumlah tujuh orang. Mereka menggunakan kapal sopek berukuran 5 gross tonnage (GT) untuk mencari korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Pencarian dilakukan oleh rekan-rekan korban mulai pukul 06.00 WIB. "Sekira pukul 06.15 WIB, korban ditemukan mengapung dengan posisi terlentang dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Iptu Susanto kepada sumber berita.
Jenazah korban kemudian dibawa oleh ketujuh rekannya ke rumah duka di Jalan Bali RT 15 RW 11, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Iptu Susanto menyebutkan bahwa kerugian dalam kejadian ini adalah kerusakan kapal jukung berukuran 6 GT bermesin merek Lionchin dan satu korban jiwa.
Awal Kejadian Akibat Cuaca Buruk
Sebelumnya, sebuah kapal jukung dengan empat orang awak kapal terbalik dan tenggelam di sekitar utara bibir pantai di Kota Tegal, Jumat (12/12/2025). Kejadian diperkirakan terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Dari empat orang tersebut, tiga orang berhasil selamat, tetapi satu orang hilang dan belum ditemukan.
Korban tenggelam bernama Hanif Saputra (21), warga Jalan Bali RT 15 RW 11, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kasatpolairud Polres Tegal Kota, Iptu Susanto menjelaskan bahwa kejadian bermula saat kapal jukung sedang berlayar di sekitar utara bibir pantai atau sekitar galangan kapal milik PT Sarana Samudera Aparatus (SSA).
Kapal jukung tersebut akan mengambil limbah oli sebanyak 46 jerigen atau 20 liter dari KM Forshtina yang sedang pembersihan di bibir pantai. "Karena cuaca kurang bagus dan angin kencang serta berombak, kapal jukung kemasukan air kemudian kapal terbalik dan tenggelam," katanya.
Iptu Susanto menambahkan bahwa tiga awak kapal berhasil selamat, tetapi satu korban hilang dan belum ditemukan. Upaya pencarian telah dilakukan pada hari pertama oleh SAR gabungan dari BPBD, TNI AL, dan Satpolairud Polres Tegal Kota. Namun, hasilnya nihil atau belum ditemukan.
"Pukul 18.20 WIB berhubung cuaca sudah malam, kegiatan pencarian dihentikan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," jelasnya.
Proses Pencarian dan Upaya Penyelamatan
Proses pencarian korban tenggelam terus berlangsung meskipun cuaca tidak mendukung. Petugas SAR gabungan melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban. Meski pada hari pertama pencarian tidak memberikan hasil, mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian esok hari.
Selain itu, keluarga korban juga turut serta dalam proses pencarian. Mereka mempercayai bahwa korban masih bisa ditemukan meskipun cuaca buruk menghambat usaha penyelamatan. Saat ini, masyarakat dan aparat setempat tetap berharap korban dapat segera ditemukan.
Peristiwa yang Menimpa Kapal Jukung
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi nelayan dan pengusaha maritim di wilayah Tegal. Kondisi cuaca yang tidak stabil sering kali menjadi faktor utama dalam kecelakaan laut. Oleh karena itu, penting bagi semua pelaku kegiatan di laut untuk memperhatikan prakiraan cuaca dan menjaga keselamatan diri serta alat transportasi.
Kepolisian dan instansi terkait juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan kecelakaan laut. Dengan demikian, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar