Berita Terkini: Prabumulih Dikepung Banjir, Rumah Warga Terendam Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Berita Terkini: Prabumulih Dikepung Banjir, Rumah Warga Terendam Air Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Banjir Melanda Beberapa Wilayah Prabumulih Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (10/12/2025) pukul 18.30 WIB hingga Kamis (11/12/2025) dini hari menyebabkan banjir di beberapa wilayah di kota Prabumulih. Banjir tersebut melanda berbagai kelurahan, termasuk Prabusari, Bakaran, Cambai, Karang Raja, Tugu Kecil, Gunung Ibul, Gunung Ibul Utara, dan Muaradua.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga setinggi pinggang orang dewasa. Pemukiman yang berada di sekitar bantaran Sungai Kelekar menjadi yang paling terdampak karena debit air yang tinggi tidak mampu ditampung oleh saluran air yang ada.

Beberapa titik masih terendam air hingga siang ini, seperti Jalan Nias di Gunung Ibul Utara, Cambai, Muaradua, dan Karang Raja. Di sekitar Sungai Kelekar, debit air sangat tinggi hingga meluap ke pemukiman yang berada di dekat jembatan.

Salah satu warga setempat, Ahmad, mengatakan bahwa banjir disebabkan oleh hujan yang turun semalaman. Meskipun hujan sempat berhenti sebentar dan membuat air surut, namun sekitar 20–30 menit kemudian hujan kembali deras hingga pukul 03.00 dini hari, sehingga banjir kembali naik.

Sementara itu, Adi dari Kelurahan Gunung Ibul menyampaikan bahwa banjir sering terjadi di Prabumulih setiap kali terjadi hujan deras. Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh drainase yang buruk, sungai yang dangkal, dan selalu meluap saat hujan turun.

Adi menjelaskan bahwa masyarakat sudah terbiasa dengan banjir yang terjadi secara berkala. Namun, kondisi ini tetap menjadi masalah serius yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Beberapa faktor yang memperparah situasi banjir antara lain:

  • Drainase yang tidak memadai: Saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air yang tinggi akibat hujan deras.
  • Sungai yang dangkal: Sungai Kelekar dan sungai-sungai lainnya memiliki kedalaman yang tidak cukup untuk menampung air hujan yang deras.
  • Lokasi pemukiman yang dekat dengan sungai: Banyak permukiman berada di sekitar alur sungai, sehingga mudah terkena dampak banjir.

Selain itu, perubahan iklim juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memperparah risiko banjir di daerah-daerah yang kurang siap menghadapi cuaca ekstrem.

Warga setempat berharap pemerintah dapat segera melakukan langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir. Beberapa solusi yang sering disarankan antara lain:

  • Peningkatan kapasitas drainase: Membangun sistem drainase yang lebih efisien dan mampu menangani debit air yang tinggi.
  • Pembersihan sungai: Melakukan pembersihan rutin di sepanjang alur sungai untuk mencegah tersumbatnya aliran air.
  • Pengelolaan lingkungan: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari pembangunan di daerah rawan banjir.

Dengan adanya upaya-upaya tersebut, diharapkan banjir yang sering terjadi di Prabumulih dapat diminimalkan dan masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan