Bernardo Tavares dan Misi Persebaya Menembus Batas 100 Tahun Green Force


nurulamin.pro—
Pada tahun 2027, Persebaya Surabaya akan merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Tantangan besar menghadang di tengah harapan besar dari para suporter. Bernardo Tavares, pelatih baru yang diangkat pada pertengahan musim Super League 2025/2026, menyadari betul besarnya beban sejarah klub. Ia memasuki peran sebagai pelatih kepala Green Force dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab yang diembannya.

Bernardo mulai menjalani tugasnya sejak pekan ke-16 kompetisi. Pekan ke-17 menjadi momen penting baginya, ketika Persebaya Surabaya akan melawan Malut United dalam laga debutnya musim ini. Dari awal, ia menegaskan bahwa peran suporter sangat penting dalam perjalanan tim. Suporter bisa berada di stadion dan mendukung tim, karena itu sangat penting. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk membangun sesuatu yang istimewa bersama-sama.

Ia memahami bahwa atmosfer sepak bola Indonesia penuh tekanan dan ekspektasi tinggi. Bernardo melihat Persebaya Surabaya bukan hanya sekadar klub besar, tetapi juga simbol kebanggaan dengan sejarah panjang. Ia menyadari bahwa Persebaya akan mencapai usia 100 tahun pada tahun depan, jadi harus bekerja keras untuk membangun kembali prestasi.

Suporter, menurutnya, adalah bagian penting dalam membantu tim raksasa ini. Bagi Bernardo, Persebaya adalah klub besar, karena terakhir kali mereka menang adalah tahun 2004. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa misi yang diembannya tidak ringan. Pemain dan suporter harus bekerja sama untuk mengakhiri penantian panjang tanpa gelar liga selama lebih dari dua dekade.

Selain aspek teknis, Bernardo juga menyoroti aspek nonteknis yang sudah dimiliki Persebaya Surabaya. Ia menilai fondasi klub cukup kuat untuk membangun prestasi secara berkelanjutan. Fasilitas yang baik, lingkungan yang baik, serta stadion yang layak menjadi salah satu faktor pendukung. Kata "stabilitas" menjadi benang merah dari pandangannya. Ia tidak menutup mata terhadap risiko kekalahan dan kesalahan yang pasti terjadi dalam proses. Bernardo meminta Bonek bersabar dan tetap berdiri bersama tim dalam situasi apa pun.

Stabilitas, menurutnya, adalah hal utama yang diperlukan. Ia menyadari bahwa di setiap pertandingan, pemain mungkin akan kalah, dan kesalahan pasti terjadi. Namun, dukungan dari suporter sangat penting agar tim bisa menang. Jika tim menang, kadang-kadang mereka juga akan kalah. Atmosfer positif menjadi energi utama untuk mengangkat performa tim. Dukungan yang konsisten diyakini mampu membantu pemain bangkit di saat sulit.

Bernardo menekankan pentingnya langkah kecil yang terukur dibanding janji-janji besar. Ia menyadari persaingan di liga semakin ketat dengan kekuatan finansial banyak klub. Oleh karena itu, strategi jangka panjang menjadi pilihan rasional. Menjaga pemain berkualitas dan merekrut talenta tepat menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan bertahap.

Bagi Bernardo, akademi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi budaya klub. Ia melihat pemain muda sebagai aset emas yang bisa membawa identitas Persebaya Surabaya ke masa depan. Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan kemampuan mereka. Itu adalah cara untuk membuat budaya klub yang kuat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan harapan Bonek yang mendambakan Persebaya Surabaya dengan karakter kuat. Klub tidak hanya dituntut menang, tetapi juga tumbuh dengan identitas jelas. Laga melawan Malut United menjadi titik awal pembuktian visi tersebut. Hasil mungkin belum menentukan, tetapi arah permainan dan semangat tim akan menjadi sorotan utama.

Bernardo datang bukan sebagai juru selamat instan. Ia hadir sebagai arsitek proses panjang menuju Persebaya Surabaya yang stabil dan kompetitif. Jelang 100 tahun berdirinya Persebaya Surabaya, harapan dan realitas kini bertemu di satu titik. Bernardo Tavares paham apa yang diinginkan Bonek, dan perjalanan panjang Green Force resmi dimulai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan