Bertemu Suami, Siti Akui Dibuang Iksan Daud Usai Dilantik PPPK Minta Maaf, Perbaiki Rumah Tangga

Klarifikasi Siti Hindrawati dan Kondisi Rumah Tangganya

Siti Hindrawati, istri dari Iksan Daud, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar di media sosial. Dalam video yang diunggahnya melalui akun Facebook miliknya, ia menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Video tersebut menjadi perhatian publik setelah sebelumnya ia mengaku diusir oleh suaminya setelah resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam penjelasannya, Siti menegaskan bahwa isu dugaan perselingkuhan suaminya dengan wanita lain tidak benar. Ia meminta seluruh pihak untuk menghapus pemberitaan yang telah beredar dan mohon doa agar hubungan rumah tangganya dapat kembali rukun.

"Sejatinya masalah keluarga adalah privasi. Saya memohon kepada seluruh akun media sosial untuk menghapus pemberitaan tentang kami. Saat ini kami sedang memperbaiki semuanya," ujarnya.

Selain itu, Siti juga menyampaikan bahwa dirinya dan suami sedang berupaya memperbaiki hubungan mereka. Mereka berkomitmen untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak mereka yang berusia delapan tahun.

"Saya dan suami sedang mencoba memperbaiki semuanya. Kami mohon doanya untuk semuanya. Kami berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anak kami," tambahnya.

Penjelasan Iksan Daud

Iksan Daud, suami Siti, juga memberikan pernyataan terkait polemik yang kini viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa konflik rumah tangga yang terjadi adalah urusan pribadi dan tidak ingin berdampak pada institusi tempatnya bekerja. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat serta pimpinan instansi.

Menurut Iksan, masalah rumah tangganya telah diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo bahkan telah melakukan pembinaan dan mediasi lebih dari sekali. Pada Agustus dan September 2025, dirinya dan sang istri sempat berdamai serta berkomitmen untuk memperbaiki hubungan.

Namun, Iksan menegaskan bahwa tidak semua tuduhan yang beredar sesuai dengan kenyataan. Ia memilih untuk membatasi penjelasan demi menjaga privasi kedua belah pihak.

"Saya tidak mau membahas lebih detail mengenai permasalahan ini karena alasan privasi," ujarnya.

Iksan juga menjelaskan status kepegawaiannya. Ia bekerja sebagai tenaga kontrak di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo sejak tahun 2016 dan diangkat sebagai PPPK pada Juni 2025.

Kisah Awal Viral

Sebelumnya, kisah ini viral di media sosial setelah Siti Hindrawati mencurahkan isi hatinya di media sosial. Ia mengaku sudah lama diperlakukan seperti itu oleh suaminya. "Sudah lama saya sering diperlakukan seperti ini. Saya bertahan demi anak, tapi kemarin sudah sampai pada puncaknya," ujarnya.

Menurut Siti, tekanan dalam rumah tangga semakin terasa setelah suaminya resmi dilantik sebagai PPPK. Ia merasa sikap suaminya berubah sejak saat itu. Siti juga mengungkapkan bahwa kesepakatan yang dibuat antara keluarga kembali dilanggar oleh sang suami.

"Sudah berkali-kali saya disuruh keluar dari rumah. Pernah dijemput dan sudah ada perjanjian antar orang tua, tapi dia langgar lagi," jelasnya.

Akibatnya, Siti memilih meninggalkan rumah dan kini tinggal sementara di rumah ibunya. Ia juga menyampaikan bahwa sejak kejadian tersebut, suaminya belum pernah menghubunginya sama sekali.

Video yang Memantik Simpati

Kisah ini menjadi viral setelah Siti mengunggah sebuah video berdurasi sekitar 45 detik di akun Facebook miliknya. Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengenakan pakaian hitam putih mondar-mandir keluar masuk rumah, sementara Siti merekam dengan suara bergetar menahan tangis.

Di halaman rumah terlihat tumpukan barang dan sejumlah perabotan yang telah dikeluarkan, memperkuat dugaan bahwa terjadi pengusiran. Dengan suara lirih penuh emosi, Siti mengucapkan kalimat yang kemudian memantik simpati warganet.

"Mentang-mentang sudah PPPK, kasihan," ucapnya dalam video tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan