
Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Trauma Siswa SDN 01 Kalibaru
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama berbagai dinas pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah-langkah untuk menangani kondisi psikologis ratusan siswa SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, setelah terjadi insiden mobil mitra SPPG. Melalui koordinasi lintas sektor, upaya trauma healing akan segera dimulai pada Senin mendatang.
Kepala Regional BGN Jakarta, Bahrun, menegaskan bahwa BGN memiliki kewajiban untuk memastikan pendampingan dilakukan secara cepat dan terukur. Prioritas kami adalah keselamatan dan pemulihan mental anak-anak. Kami memastikan seluruh dukungan psikososial diberikan secara komprehensif melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, ujarnya.
Tahap awal penanganan akan dimulai dengan edukasi kepada seluruh siswa dan guru tentang cara meluapkan perasaan serta pengelolaan emosi. Setelah itu, akan dilakukan screening psikologis untuk mengidentifikasi tingkat dampak trauma. Siswa maupun guru yang menunjukkan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual. Pihak sekolah telah menyiapkan ruang khusus untuk proses tersebut.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa intervensi psikologis tidak boleh menunggu hingga dampak memburuk. Kami belajar dari berbagai kejadian sebelumnya, termasuk insiden di SMA 72 Jakarta. Penanganan cepat sangat menentukan agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan jangka panjang, jelas Nanik di Jakarta, Jumat (12/12).
Dinas PPAPP menyiapkan 18 konselor dan 2 psikolog klinis, sedangkan Dinas Kesehatan mengerahkan 6 psikolog klinis. Dari kepolisian, 10 personel tengah menunggu finalisasi tugas pengamanan dan dukungan lapangan. HIMPSI Jaya juga akan mengirim relawan mahasiswa psikologi dan psikolog profesional untuk memperkuat tim pendamping.
Nanik menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pemulihan. Semua unsur bergerak bersamapendidikan, kesehatan, layanan psikologi, hingga HIMPSI Jaya. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan terbaik, tegas Nanik.
Rapat penanganan yang digelar daring pada Jumat (12/12) pukul 11.00 WIB menghadirkan Dinas Pendidikan, Sudin Pendidikan, Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, HIMPSI Jaya, serta perwakilan Humas BGN.
Langkah-Langkah Penanganan Trauma Siswa
-
Edukasi Emosi dan Perasaan Siswa dan guru akan diberikan edukasi tentang cara meluapkan perasaan dan mengelola emosi. Hal ini bertujuan untuk membantu mereka memahami dan mengatasi rasa takut atau cemas akibat insiden yang terjadi.
-
Screening Psikologis Tahap selanjutnya adalah melakukan screening psikologis untuk mengetahui tingkat dampak trauma yang dialami oleh siswa dan guru. Proses ini penting untuk menentukan jenis bantuan yang dibutuhkan.
-
Konseling Individual Siswa dan guru yang menunjukkan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual. Pihak sekolah telah menyiapkan ruang khusus untuk menjalani proses ini.
-
Kolaborasi Lintas Sektor Berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, dan HIMPSI Jaya bekerja sama untuk memberikan dukungan yang optimal. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak.
-
Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Selain tenaga profesional, relawan mahasiswa psikologi juga turut berpartisipasi. Hal ini meningkatkan kapasitas tim pendamping dalam memberikan layanan psikologis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar