BGN: Program Gizi Nasional Terus Berkembang Pesat

BGN: Program Gizi Nasional Terus Berkembang Pesat

Perkembangan Program Pemenuhan Gizi Nasional

Program pemenuhan gizi nasional terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak pertama kali diluncurkan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa program ini telah mencapai titik kinerja yang memuaskan.

Pada awal peluncuran, program ini dimulai dengan 190 Satuan Pelayanan Pengadaan Gizi (SPPG) yang tersebar di 26 provinsi. Jumlah penerima manfaat saat itu sekitar 570.000 orang dengan kebutuhan dana harian sebesar Rp8,55 miliar.

Hingga akhir 2025, jumlah SPPG meningkat pesat menjadi sekitar 19.000 unit. Dengan peningkatan ini, program ini siap melayani kurang lebih 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dadan menjelaskan bahwa seluruh SPPG yang diresmikan pada tahap ketiga akan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Dana operasional dijadwalkan masuk ke rekening pengelola pada 2 Januari 2026, dilanjutkan dengan persiapan sebelum peluncuran serentak. Pada hari peluncuran nasional tersebut, BGN akan menyalurkan dana sebesar Rp855 miliar dalam satu hari untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penggunaan Dana Operasional

Sebanyak 70 persen dana digunakan untuk pembelian bahan baku pangan seperti beras, telur, ayam, minyak, dan bumbu. Sementara 20 persen dialokasikan untuk pembayaran tenaga kerja. Saat ini sekitar 800.000 orang bekerja langsung di SPPG. Selain itu, setiap SPPG melibatkan rata-rata 15 pemasok yang mempekerjakan antara dua hingga 15 orang. Dengan demikian, pada awal operasional Januari 2026, lebih dari 1,6 juta orang diperkirakan terlibat dalam program ini, belum termasuk petani, peternak, dan nelayan.

Dadan menambahkan bahwa satu SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja langsung dan mengelola anggaran operasional hingga Rp900 juta per bulan di wilayah Jawa. Sementara di Papua, anggaran operasional per bulan dapat mencapai Rp4 miliar. Dalam satu tahun, satu SPPG bisa mengelola anggaran sekitar Rp11 miliar.

Kebutuhan Pangan untuk Operasional SPPG

Setiap bulan, satu SPPG membutuhkan sekitar lima ton beras atau setara hasil panen dari dua hektare lahan padi. Selain itu, untuk satu kali pemberian makan dibutuhkan sekitar 3.000 butir telur, sehingga idealnya satu SPPG didukung sekitar 4.000 ayam petelur agar pasokan terjaga.

Tujuan Program

Melalui program ini, BGN berharap tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya santri dan pelajar, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha di sekitar lokasi SPPG.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan