BLUD Teratai Mas Banyumas Hentikan Kembang Api, Bupati Sadewo Jelaskan Alasannya

BLUD Teratai Mas Banyumas Hentikan Kembang Api, Bupati Sadewo Jelaskan Alasannya

Perayaan Tahun Baru di Banyumas: Fokus pada Pengajian dan Doa Bersama

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengajak masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan kegiatan pengajian dan doa bersama, tanpa adanya penyalakan kembang api. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam serta komitmen menjaga kesederhanaan dan ketertiban di daerah.

Saat ditemui di Purwokerto, Jumat, Bupati Sadewo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak memberikan izin untuk perayaan tahun baru yang melibatkan kembang api, meskipun ada dukungan dari sponsor. Ia menyatakan bahwa ia sudah melakukan telepon dan melarang hal tersebut. Meski ada sponsor, pihak pemerintah tetap melarang kegiatan tersebut.

Keputusan ini diambil karena kondisi nasional masih dalam keprihatinan akibat bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menerapkan kebijakan efisiensi sehingga kegiatan yang bersifat hura-hura dinilai tidak sesuai dengan situasi saat ini.

Sadewo menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan mengganti kegiatan dengan hal-hal yang lebih menyejukkan dan bermakna. Merayakan tahun baru tidak perlu berlebihan, kata dia. Kita harus empati kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, di samping kita sendiri juga sedang efisiensi.

Terkait aspek perizinan, Bupati Sadewo menyampaikan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas. Menurutnya, Polresta Banyumas tidak mengeluarkan izin untuk perayaan Natal dan tahun baru yang melibatkan kembang api. Ia menambahkan bahwa dari pemerintah daerah juga tidak ada izin untuk kegiatan tersebut.

Sebagai alternatif, Sadewo mendorong masyarakat, komunitas, dan instansi pemerintah untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan keagamaan, pengajian, dan doa bersama. Gantinya pengajian, lebih adem, mendoakan, katanya.

Koordinator Pemasaran BLUD UPTD Teratai Mas Kabupaten Banyumas, Topan Pramukti, menjelaskan bahwa pihaknya membatalkan agenda pesta kembang api dan perayaan malam pergantian tahun di Menara Teratai Purwokerto. Setelah berdiskusi dengan seluruh pihak, mereka sepakat meniadakan perayaan yang bersifat euforia tinggi, seperti pesta kembang api sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial.

Topan menambahkan bahwa beberapa agenda tetap dilaksanakan secara sederhana, seperti Lentera Air di Taman Mas Kemambang yang dikemas reflektif dengan fokus pada doa dan harapan, serta hiburan musik dari band lokal di Madhang Maning Park tanpa unsur perayaan berlebihan. Ia berharap masyarakat memahami kebijakan tersebut sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, dan nilai kemanusiaan selama momentum pergantian tahun.

Aktivitas Alternatif untuk Merayakan Tahun Baru

Berikut adalah beberapa aktivitas alternatif yang disarankan oleh pemerintah daerah:

  • Pengajian dan Doa Bersama: Masyarakat diimbau untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan pengajian dan doa bersama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang tenang dan penuh makna.
  • Lentera Air di Taman Mas Kemambang: Acara ini dikemas secara reflektif dengan fokus pada doa dan harapan bagi masa depan.
  • Hiburan Musik Lokal: Ada hiburan musik dari band lokal di Madhang Maning Park, namun tanpa unsur perayaan yang berlebihan.

Penutup

Perayaan tahun baru di Banyumas tahun ini akan lebih fokus pada kegiatan yang bermakna dan sederhana. Dengan tidak adanya penyalakan kembang api, masyarakat diharapkan dapat merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih hemat dan empati terhadap sesama. Semoga kebijakan ini dapat dijalani dengan baik oleh seluruh masyarakat Banyumas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan