
HUJAN deras mengguyur sebagian wilayah Jabodetabek pada Senin pagi ini, 12 Januari 2026. Peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat bisa bertahan dan meluas hingga setidaknya pukul 9 WIB nanti.
Di sebagian wilayah, hujan bahkan telah turun sejak dinihari. "Hujannya awet, dari jam 2," kata Lusi, warga Kota Bekasi. Sedangkan Berto di Kabupaten Bogor mengungkap," Hujan sepanjang malam .. mereda sebentar, hujan lagi .. begitu terus sampai sekarang."
Menurut BMKG, potensi hujan itu--yang dapat disertai petir dan angin kencang--bermula pagi ini dari beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Jakarta Barat. Hujan juga sudah lebih dulu terjadi di sebagian kecil wilayah Jakarta Utara,Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, dan kota Tangerang Selatan.
Hingga pukul 9 nanti, BMKG memprediksi potensi hujan yang sama akan meluas hingga ke seluruh Jabodetabek. Hingga berita ini dibuat, Tempo masih menunggu penjelasan dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG atas kondisi cuaca Jabodetabek yang beberapa hari terakhir terus dibekap cuaca hujan.
Sementara, dalam prospek cuaca mingguan periode 6-12 Januari yang dibuatnya, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Pada skala global, terindikasi La Niña lemah yang berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
"Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air," bunyi keterangan BMKG kala itu.
Madden–Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif melintasi wilayah Aceh, Sumatera bagian Selatan, Jawa, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan sebagian besar Papua. Gelombang ekuator lainnya seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif di wilayah Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Seluruhnya berkontribusi pada peningkatan aktivitas konveksi dan peluang hujan di wilayah terdampak.
Ada pula prakiraan intensitas Siklon Tropis Jenna meningkat menjadi siklon tropis kategori 2 (48-63 knot). Secara tidak langsung, siklon ini memberikan dampak berupa gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar