BMKG: Ini wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 12-13 Januari 2025

nurulamin.pro - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia untuk periode Senin (12/1/2026) sampai dengan Selasa (13/1/2026).

Potensi cuaca ekstrem tersebut berupa hujan lebat dan angin kencang.

Menurut analisis BMKG, hujan lebat dan angin kencang diperkirakan terjadi di Sumatera Barat, Yogyakarta, hingga Maluku.

Kondisi ini terjadi karena dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan, seperti kondisi La Nina, angin Monsun Asia, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), dan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S.

"Perpaduan faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir," tulis BMKG.

Lantas, mana saja wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada 12-13 Januari 2026?

Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada 12-13 Januari

Dilansir dari Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Indonesia BMKG, berikut ini wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 12-13 Januari 2026:

Senin, 12 Januari 2026

1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat

  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Bali
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan.

2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat.

3. Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang

  • Bali
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Kepulauan Riau
  • Maluku
  • Nusa Tenggara Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Sulawesi Selatan.

4. Kabupaten/kota yang berpotens hujan lebat hingga sangat lebat

  • Jawa Barat: Sukabumi
  • Jawa Tengah: Brebes, Cilacap, Boyolali, Sukoharjo
  • Jawa Timur: Tulungagung, Kediri
  • Nusa Tenggara Barat: Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, Dompu.

Selasa, 13 Januari 2026

1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat

  • Sumatera Utara
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua.

2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Maluku Utara
  • Papua Selatan.

3. Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang

  • Bali
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Maluku
  • Nusa Tenggara Barat
  • Papua
  • Sulawesi Selatan.

4. Kabupaten/kota yang berpotens hujan lebat hingga sangat lebat

  • Jawa Tengah: Purworejo, Sragen, Jepara, Kudus, Pati
  • Daerah Istimewa Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul
  • Jawa Timur: Banyuwangi, Bondowoso, Ngawi
  • Bali: Karangasem
  • Nusa Tenggara Barat: Lombok Utara, Lombok
  • Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu.
  • Nusa Tenggara Timur: Manggarai Barat, Nagekeo
  • Maluku Utara: Halmahera Barat, Halmahera Utara
  • Papua Selatan: Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi.

Penyebab hujan lebat dan angin kencang

Menurut BMKG, hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan disebabkan karena dinamika atmosfer di skala global, regional, dan local.

Pada skala global, BMKG mendeteksi El Nino–Southern Oscillation (ENSO) yang menguat sehingga mengindikasikan La Nina lemah.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di Sebagian wilayah Indonesia," ungkap BMKG.

Di sisi lain, MJO dan gelombang ekuator, seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga diperkirakan aktif dalam sepekan ke depan.

Begitupun dengan Bibit Siklon Tropis 91S yang menguat menjadi Siklon Tropis Jenna per 5 Januari 2026.

Sistem tersebut diprediksi meningkat menjadi siklon tropis kategori 2 dalam beberapa hari kedepan.

Hal ini secara tidak langsung berdampak pada gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Barat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan