BMKG Minta Warga Matikan Perangkat Elektronik, Pohon Tumbang Tindih Pengendara Motor

BMKG Minta Warga Matikan Perangkat Elektronik, Pohon Tumbang Tindih Pengendara Motor

Peringatan BMKG untuk Warga NTT Saat Musim Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan peringatan penting kepada masyarakat terkait tindakan yang harus diambil selama musim hujan. Mereka meminta warga untuk mematikan peralatan elektronik dan komunikasi guna mengurangi risiko sambaran petir.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenot'ek, masyarakat perlu waspada terhadap dampak dari petir. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan adalah:

  • Menghindari tempat-tempat tinggi dan dataran luas.
  • Jangan berlindung di bawah pohon.
  • Menjauhi tiang listrik, kolam renang, danau, serta sungai.
  • Mematikan alat elektronik dan komunikasi untuk mengurangi risiko sambaran petir.

Sti juga menjelaskan bahwa saat ini beberapa wilayah NTT sudah memasuki musim hujan, sementara sebagian besar masih dalam masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Terdapat daerah belokan angin dan daerah perlambatan kecepatan angin serta aktifnya gelombang low yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.

"Kondisi ini mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah di NTT," katanya.

Untuk itu, kata dia, perlu ada kewaspadaan imbas hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berdurasi singkat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Prakiraan Cuaca pada 2 Desember 2025

Dalam prakiraan cuaca per 2 Desember 2025, sejak pagi hari cuaca berawan hingga hujan ringan. Siang hingga sore hari cuaca berawan tebal sampai hujan ringan.

Pada waktu yang sama, peluang hujan sedang di wilayah Mbay, Waibakul dan Tambolaka. Potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Kota Kupang, Oelamasi, Atambua, Ende, Bajawa, Borong, Ruteng, Waingapu dan Waikabubak.

Sementara, malam hari, cuaca berawan tebal. Potensi hujan ringan di wilayah Alor. Lalu dini hari cuaca di NTT berawan tebal. Peluang hujan ringan di wilayah Lewoleba, Borong dan Waingapu.

"Potensi kabut di wilayah Soe, Bajawa dan Ruteng. Suhu udara di NTT 23 - 33°C. Suhu udara di Manggarai, Ngada dan sebagian wilayah dataran tinggi lainnya 15 - 26 °C. Angin dari Tenggara – Barat Daya 9 - 15 km/jam," ujarnya.

Pada tanggal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Kota Kupang, Kab. Kupang, Belu dan P. Sumba.

Evakuasi Nelayan Akibat Kecelakaan Laut

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang mengevakuasi enam nelayan yang mengalami kecelakaan laut akibat perahu bodi yang mereka tumpangi mati mesin di perairan antara Tanjung Oesina, Kupang Barat, Kabupaten Kupang dan Tanjung Usulain, Kabupaten Rote Ndao, Minggu (30/11).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel menginformasikan, laporan mengenai insiden tersebut diterima Basarnas dari seorang warga bernama Martin.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Rescue KPP Kupang bersama ABK RIB 10 Kupang, total 10 personel, diberangkatkan menuju lokasi menggunakan RIB 10 lengkap dengan peralatan pendukung.

Tim SAR tiba di lokasi dan menemukan perahu serta enam nelayan dalam kondisi selamat meski hampir terbawa arus. Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Navigasi Kupang untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Setelah proses evakuasi, dilakukan debriefing yang dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kupang, Muhdar bersama unsur gabungan yang meliputi Basarnas Kupang, Unit Siaga SAR Rote Ndao, Polair Kupang, Bakamla Kupang, KSOP Kupang, BKK Kelas I Kupang, masyarakat nelayan serta keluarga korban.

Pohon Tumbang Menimpa Pengendara Motor

Akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Kupang, Senin (1/12/2025) siang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa seorang pengendara motor di depan Gereja Santo Yoseph Pekerja, Jalan Taebenu, Penfui, Kecamatan Maulafa.

Lusi, warga sekitar menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Kupang. "Pohon tumbang saat hujan lebat. Rantingnya sampai ke seberang pagar gereja," ujarnya.

Tumbangnya pohon tersebut tidak hanya menimpa seorang wanita pengendara motor, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Taebenu. Kendaraan yang melintas terpaksa berhenti karena batang pohon menutup badan jalan.

Petugas Basarnas, Darwin, mengatakan setelah menerima laporan warga, aparat gabungan yang terdiri dari Basarnas, AURI, BPBD, dan Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi.

"Setiba di lokasi, kami segera evakuasi pengendara dan motornya. Pohon tumbang menutup jalan dan menyebabkan macet panjang, jadi kami langsung lakukan pembersihan," jelasnya.

Meskipun hujan deras tak kunjung reda, petugas tetap bekerja mengevakuasi korban serta memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin.

"Walaupun hujan deras, kami tetap bekerja supaya jalan bisa kembali dilalui pengguna jalan," tambah Darwin.

Petugas piket AURI, Ilham, menjelaskan, korban yang tertimpa pohon sudah dilarikan ke Rumah Sakit AURI sebelum mereka tiba di lokasi.

"Motornya tepat di bawah pohon. Ketika dia lewat, pohonnya tumbang timpa motor dan pengendaranya," katanya.

Ia menyebut sekitar 10 personel AURI diterjunkan untuk membantu proses pembersihan.

Pos Kupang yang mendatangi RS AURI untuk mengecek korban yang tertimpa pohon tersebut ternyata menurut pihak rumah sakit bahwa korban sudah tidak berada lagi di fasilitas tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan