
JAKARTA, nurulamin.pro - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda mengimbau masyarakat serta instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 12-20 Januari 2026.
Fenomena ini berpotensi menyebabkan gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat di sebagian besar wilayah Jawa Timur.
BMKG melalui akun Instagram @bmkgjuanda menjelaskan saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang berada dalam puncak musim hujan, yang ditandai dengan meningkatnya intensitas curah hujan.
Potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia, pertemuan angin atau konvergensi, serta adanya gangguan gelombang atmosfer berupa Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi kawasan Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut memperkuat pembentukan awan-awan konvektif, yang dapat menghasilkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG juga mengingatkan daerah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing berisiko tinggi mengalami dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang. Bahkan, potensi hujan es dan puting beliung juga bisa terjadi.
Adapun wilayah yang diprediksi terdampak selama periode tersebut antara lain:
Kabupaten/Kota:
Banyuwangi, Kota Batu, Bondowoso, Jember, Kota Kediri, Magetan, Kota Pasuruan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kab. Kediri, Kota Malang, Lumajang, Kab. Malang, Nganjuk, Ngawi, Kab. Pasuruan, Ponorogo.
Kemudian, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Kota Madiun, dan Pacitan.
Untuk mengetahui kondisi cuaca terkini, masyarakat disarankan rutin memantau informasi melalui situs radar cuaca WOFI: https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar.
BMKG Juanda juga menyampaikan informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan cuaca 2-3 jam ke depan secara berkala melalui media sosial dan situs resmi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar