BMKG Prediksi Musim Hujan Puncak di Jawa Tahun 2026

Prediksi BMKG tentang Musim Hujan dan Persiapan Pemerintah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi mengenai puncak musim hujan yang akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Menurut prediksi tersebut, puncak musim hujan akan terjadi di seluruh Pulau Jawa pada Januari 2026. Selain itu, daerah seperti Sumatera bagian selatan, Bali, Papua bagian selatan, serta Sulawesi Selatan juga diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan yang sama.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan dalam konferensi pers virtual bersama BNPB bahwa khusus di Sumatera bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua bagian selatan serta sebagian dari Sulawesi Selatan, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2026. Ia menambahkan bahwa secara umum curah hujan di Indonesia termasuk normal kecuali pada bulan Januari di sebagian Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Kondisi curah hujan di daerah-daerah tersebut sedikit di atas normal untuk sifat hujannya, artinya lebih tinggi dari rata-rata curah hujan selama 30 tahun terakhir, tapi selebihnya hampir sama dengan kondisi curah hujan selama rata-rata 30 tahun terakhir," jelas Faisal.

Setelah musim hujan, beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera, pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sebagian Jambi akan mulai memasuki musim kemarau pada Februari 2026. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa daerah ekuator seperti Sumatera mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam setahun.

Perhatian Serius Pemerintah

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk memberikan perhatian serius terhadap peringatan dini yang disampaikan BMKG. Permintaan ini disampaikan oleh Prabowo dalam rapat terbatas pada Sabtu (13/12/2025) pagi, sebelum ia berangkat mengunjungi korban bencana banjir di Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

"Masalah komunikasi juga diperhatikan, termasuk peringatan dini dari BMKG untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan tahun baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan untuk menjadi perhatian," ujar Prasetyo, yang menyampaikan informasi tersebut.

Agenda ratas tersebut salah satunya membahas persiapan Natal dan Tahun Baru. Selain masalah cuaca, Kepala Negara ingin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan makanan selama momen libur panjang tersebut.

"Beliau juga ingin memastikan kesediaan bahan bakar di seluruh Indonesia. Termasuk kesediaan bahan-bahan makanan, bahan pokok, diminta untuk menjaga kestabilan masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru," ucap Prasetyo.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan