
Ringkasan Berita:
- BMKG Nusa Tenggara Timur menyebut adanya pertemuan angin di selatan NTT menyebabkan hujan sedang
- Suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 28°C- 30°C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara -0.5°C hingga +1.5 ℃C
- Sementara tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1008- 1010 hPa
Laporan Reporter nurulamin.pro, Irfan Hoi
nurulamin.proKUPANG-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut adanya pertemuan angin di selatan NTT menyebabkan hujan sedang di wilayah ini.
"Adanya daerah perlambatan dan pertemuan angin di wilayah selatan NTT sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan sedang di wilayah NTT," kata Kepala BMKG NTT Arief Tyastama, Sabtu (3/1/2026) dalam pernyataannya tentang prospek cuaca 2-8 Januari 2026.
Dia menjelaskan, suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 28°C- 30°C dengan anomali suhu muka laut di wilayah NTT berkisar antara -0.5°C hingga +1.5 ℃C.
Sementara tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1008- 1010 hPa.
"Tekanan udara di wilayah Asia berkisar antara 1010- 1038 HPa, sedangkan di wilayah Australia berkisar antara 1006 hPa- 1020 HPa," ujarnya.
Kondisi cuaca, kata dia, secara umum cerah berawan, berawan tebal dan ada potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah di NTT. Dengan, suhu udara berkisar dari 14 - 34°C, kelembaban udara berkisar antara 55 -95 persen.
Dia menerangkan, kategori hujan ringan berintensitas 1,0- 5,0 mm/jam atau 0.5 - 20 mm/hari, hujan sedang 5,0-10,0 mm/jam atau 20-50 mm/hari. Kemudian, hujan lebat 10- 20 mm/jam atau 50-100 mm/hari.
Sementara, hujan sangat lebat 20 mm/jam atau 100 -150 mm/hari serta hujan ekstrem 50 mm/jam atau 150 mm/hari. BMKG NTT, menurut dia, mengharapkan warga untuk mewaspadai kondisi cuaca demikian.
"Waspada akan dampak hujan sedang disertai kilat petir dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," katanya.
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenotek menambahkan, saat ini suhu anomali permukaan laut di wilayah NTT bernilai negatif yang menunjukan terjadinya penurunan penguapan di wilayah NTT.
Dia juga menyebutkan, tidak ada parameter cuaca yang dapat meningkatkan potensi hujan sehingga pada tanggal 2 dan 3 Januari 2026 tidak ada potensi hujan sedang - lebat.
Pada tanggal 4 Januari 2026 mulai terbentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin di wilayah selatan NTT sehingga meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah selatan NTT.
"Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berdurasi singkat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," ujarnya.
BMKG NTT memperkirakan cuaca pada 6-8 Januari 2026 di Pulau Timor hujan ringan- sedang, Pulau Rote dan Sabu Raijua cerah berawan hingga berawan, Pulau Sumba cerah berawan sampai hujan ringan.
Pulau Flores berawan hingga hujan ringan, Pulau Lembata, Adonara, dan Solor berpeluang hujan sedang. Demikian juga pulau Alor dan Pantar berpotensi hujan ringan hingga sedang. (fan)
Ikuti berita nurulamin.prolainnya di GOOGLE NEWS
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar