BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Januari 2026

Kondisi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga angin kencang pada periode 3–8 Januari 2026. Sebelumnya, pada 29–31 Desember 2025, BMKG mencatat terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan lebat tercatat di beberapa daerah seperti Ketapang, Kalimantan Barat (86,2 mm/hari), Kepulauan Bangka Belitung (95,8 mm/hari), serta Bogor, Jawa Barat (99,0 mm/hari). Sementara itu, hujan dengan kategori sangat lebat teramati di Sambas, Kalimantan Barat (123,6 mm/hari) dan Toraja, Sulawesi Selatan (100,2 mm/hari).

Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dalam sepekan terakhir, termasuk fenomena La Nina lemah, seruakan udara dingin (cold surge), serta perambatan gelombang ekuator. “Perpaduan faktor-faktor ini turut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Faktor Cuaca Ekstrem di Indonesia

BMKG mengatakan, dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan cuaca signifikan di berbagai wilayah. Saat ini, Siklon Tropis IGGY terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa dan diprediksi bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, dalam beberapa hari ke depan sistem tersebut diperkirakan masih menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan, terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Dari sisi kelautan, gelombang tinggi sekitar 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, serta Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, terpantau pula sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara yang diprediksi memicu terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi). Pola ini memanjang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Utara, serta dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara.

Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat, yang meningkatkan pasokan uap air di sejumlah perairan Indonesia. Selain itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin dan gelombang Rossby Ekuator juga masih terpantau aktif dalam sepekan ke depan dan melintasi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua bagian barat.

Adapun pada skala global, ENSO masih berada pada fase negatif atau La Nina lemah yang cenderung meningkatkan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia. Dari aspek regional, seruakan udara dingin dari Asia juga diperkirakan menguat dalam beberapa hari ke depan. "Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang," tulis BMKG.

Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 3–8 Januari 2026

Berikut sebaran wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga angin kencang pada periode 3–8 Januari 2026:

3–4 Januari 2026

Secara umum, cuaca di Indonesia didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di wilayah berikut: * Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
DI Yogyakarta
Bali
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua
Papua Selatan

Selain itu, sejumlah wilayah juga berpotensi dilanda hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir, di antaranya: * Aceh
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan

Adapun, beberapa wilayah ini berpotensi mengalami angin kencang: * Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Sumatera Selatan
Lampung
Banten
Jawa Tengah
* Jawa Timur

5–8 Januari 2026

Pada periode ini, cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di wilayah berikut: * Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Bali
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Kalimantan Selatan
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat Daya
Papua Barat
Papua Tengah
Papua
* Papua Selatan

Selain itu, sejumlah wilayah juga berpotensi dilanda hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir, di antaranya: * Kepulauan Bangka Belitung
Jawa Timur
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sulawesi Utara
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
* Papua Pegunungan

Adapun, angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah berikut: * Aceh
Kepulauan Riau
Maluku

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang. BMKG juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, seperti laman resmi, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan