BNN Palopo Rehabilitasi 233 Pengguna Narkoba Tahun Ini

BNN Palopo Rehabilitasi 233 Pengguna Narkoba Tahun Ini

BNN Palopo Melakukan Asesmen Terhadap 260 Tersangka Narkotika di Luwu Raya

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo telah melakukan asesmen terhadap 260 tersangka penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menekan angka pengguna narkotika di wilayah Luwu Raya. Sebanyak 233 orang dari jumlah tersebut menjalani rehabilitasi di lembaga rehabilitasi milik BNN, sementara 35 orang lainnya menjalani rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo dan Rumah Tahanan (Rutan) Masamba. Hanya satu orang yang tetap dilanjutkan ke proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

BNN Palopo mengelola empat wilayah kabupaten/kota di Luwu Raya, yaitu Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Selama tahun 2025, BNN Palopo juga berhasil mengungkap tiga kasus narkotika lintas wilayah dengan barang bukti sabu dan ganja. Dalam pengungkapan kasus tersebut, BNN Palopo bekerja sama dengan BNN Provinsi Sulsel dan Bea Cukai. Barang bukti yang diamankan mencakup 336,4 gram sabu dan 543 gram ganja. Dari tiga kasus tersebut, petugas mengamankan tiga orang pelaku, salah satunya adalah daftar pencarian orang (DPO) yang berhasil ditangkap di Kabupaten Luwu Timur pada Agustus lalu.

Upaya Pencegahan dan Edukasi Anti-Narkoba

Selain rehabilitasi, BNN Palopo juga melaksanakan berbagai program pencegahan berbasis masyarakat. Program-program tersebut antara lain pendidikan dan sosialisasi anti narkoba, pencanangan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Salotellue, pelatihan teknis pendidik sebaya anti narkotika, serta berbagai kegiatan preventif lainnya. Upaya ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah setempat.

Program pencegahan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Adel, menyampaikan bahwa ia merasa lebih aman dengan adanya program rehabilitasi dan pencegahan narkotika yang dilakukan BNN. Ia menilai bahwa rehabilitasi penting agar para pengguna bisa pulih dan tidak kembali terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika. Selain itu, ia juga merasa lebih tenang dengan adanya sejumlah program pencegahan yang terus dilakukan BNN Palopo untuk menyelamatkan anak bangsa.

Kepala BNN Palopo Mengungkap Data Asesmen

Kepala BNN Palopo, AKBP Herman, menyampaikan data tersebut saat konferensi pers akhir tahun di Kantor BNN Palopo, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (31/12/2025). Ia membacakan data yang ia pegang dan menjelaskan bahwa BNN Palopo telah melakukan asesmen kepada 260 tersangka dari wilayah hukum Polres se-Luwu Raya.

Peran BNN dalam Penanganan Narkotika

BNN Palopo tidak hanya fokus pada rehabilitasi, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelidikan dan penindakan kasus narkotika. Kerja sama dengan instansi lain seperti BNN Provinsi Sulsel dan Bea Cukai memperkuat kemampuan BNN Palopo dalam mengungkap jaringan narkotika lintas wilayah. Hal ini menunjukkan komitmen BNN dalam memerangi peredaran narkotika yang semakin kompleks dan mengancam masyarakat.

Dengan kombinasi rehabilitasi, pencegahan, dan penindakan, BNN Palopo berupaya memberikan solusi holistik terhadap masalah narkotika. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengguna narkotika dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan