Status Tanggap Darurat di Pulau Sumatra Diperpanjang
Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna menyampaikan bahwa pihaknya mendapat banyak ucapan terima kasih atas penanganan bencana yang membaik di Pulau Sumatra. Namun, laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa 28 daerah di Pulau Sumatra masih memperpanjang status tanggap darurat.
Daerah-daerah tersebut fokus pada lima aspek utama, yaitu pencarian dan pertolongan; pemenuhan distribusi logistik; pembukaan akses khususnya jalur darat; pemulihan sektor komunikasi; dan pemulihan sektor energi, khususnya pemulihan listrik dan distribusi BBM.
"Total di tiga provinsi, saat ini masih ada 28 kabupaten/kota yang memperpanjang status tanggap darurat. Itu terdiri dari Aceh ada 12 kabupaten/kota, Sumut 8 kabupaten/kota dan Sumbar 8 kabupaten/kota," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dikutip dari YouTube BNPB, Rabu (17/12/2025).
Perpanjangan Status Tanggap Darurat hingga Akhir Desember
Perpanjangan status tanggap darurat telah diumumkan hingga 25 Desember 2025. Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang status tersebut karena dampak kerusakan masih luas dan kebutuhan penanganan intensif di sejumlah daerah.
“Bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Aceh masih membutuhkan penanganan secara intensif, terintegrasi, dan terkoordinasi. Evakuasi warga, distribusi logistik, hingga perbaikan kerusakan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan, serta fasilitas sosial lainnya masih terus berlangsung,” ujar Muzakir seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Aceh.
Ia juga meminta seluruh perangkat pemerintah tetap siaga dan fokus pada upaya penanganan dampak bencana. Ia bahkan menyebut tidak menutup peluang untuk memperpanjang kembali status tanggap darurat jika diperlukan.
“Kami akan terus mengevaluasi kondisi. Jika diperlukan diperpanjang atau diperpendek, hal itu akan dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.
Langkah serupa turut ditempuh oleh Pemprov Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Tanggap darurat diperpanjang di Sumbar hingga 22 Desember 2025. Sedangkan Pemprov Sumut memperpanjang status tanggap darurat hingga 24 Desember 2025.

Korban Jiwa dan Pengungsi Bertambah
Sementara, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir Sumatra per Selasa kemarin sudah menembus angka 1.053 jiwa. Angka ini berpeluang bertambah lantaran masih terdapat korban hilang yang mencapai 200 orang. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 606.040 jiwa.

Bantuan dari TNI untuk Penanganan Bencana
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pihaknya telah mengerahkan 35.477 personel ke lokasi banjir di Sumatra. Personel tersebut meliputi 28.319 personel dari matra TNI Angkatan Darat (AD), 4.589 personel dari TNI Angkatan Laut (AL), dan 2.569 dari TNI Angkatan Udara (AU).
"Semua itu turut mencakup kru helikopter dari TNI AD, kru kapal perang (KRI) dan kru pesawat," ujar Agus saat sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Senin (15/12/2025).
Selain itu, Agus juga mengerahkan tiga jenis batalyon di lapangan yakni tiga batalyon dari Zeni, satu batalyon dari Teritorial Pembangunan, dan satu batalyon kesehatan. Jenderal bintang empat itu menyebut ada 321 personel di dalam batalyon kesehatan.

Pembangunan MCK Darurat untuk Pengungsi
TNI AD juga sedang membangun MCK darurat untuk pengungsi di Tapanuli Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana yang lebih terstruktur dan terkoordinasi.
BNPB menyebut bahwa sebanyak 147.217 rumah rusak akibat banjir bandang di Sumatra. Pemulihan infrastruktur dan layanan dasar terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar