Korban Bencana di Pulau Sumatra Bertambah Menjadi 604 Orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban bencana di Pulau Sumatra meningkat menjadi 604 orang. Data ini mencakup tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Senin malam (1/12/2025).
Daftar Korban Terdampak Bencana Sumatra

Berikut data terkini mengenai korban bencana Sumatra pada pukul 18.24 WIB:
- Korban Jiwa: 604 Orang
- Korban Hilang: 464 orang
- Korban Luka: 2.600 orang
- Warga Terdampak: 1,5 juta orang
- Pengungsi: 570 ribu orang
Selain itu, gajah juga dilaporkan menjadi korban banjir di Sumatra, yang menimbulkan tuntutan agar pemerintah segera melakukan dua hal penting.
Upaya Pentahelix Buka Jalur Putus di Bener Meriah, Aceh

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan dalam operasi pembukaan jalur darat di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Muhari menyebutkan bahwa data sementara per Minggu, 1 Desember 2025, tim gabungan telah berhasil membersihkan empat titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah. Lokasi ini berada di kawasan Gunung Salak. Proses pembersihan ini sudah mencapai kilometer (KM) 31.
"Proses pembersihan menggunakan tiga alat berat milik Dinas PUPR. Untuk mempercepat pengerjaan, rencananya Dinas PUPR akan mendatangkan satu loader agar pekerjaan lebih efisien," ujar Muhari, Selasa (2/12/2025).
Sebagai informasi, Gunung Salak merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah. Sejak bencana terjadi, jalur ini mengalami sejumlah longsoran besar yang menutup akses sepenuhnya dan menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
"Saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Provinsi Aceh terus melakukan pengerjaan tanpa henti, siang dan malam, untuk membuka seluruh titik longsor yang tersisa. Upaya percepatan ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan konektivitas Aceh Utara–Bener Meriah," ujar Muhari.
BNPB Terima Dukungan Bantuan Logistik dari DPR RI

Muhari menjelaskan bahwa BNPB menerima dukungan bantuan logistik dan permakanan dari DPR-RI. Serah terima barang bantuan dilaksanakan langsung Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal kepada Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, di gudang logistik Bandara Sisingamangaraja di Silangit, Tapanuli Utara.
Barang bantuan seberat 15 ton ini diterbangkan dari Jakarta dengan pesawat cargo pada Sabtu, 30 November 2025. Barang bantuan berisi kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatra Utara. Adapun logistik permakanan yang diterima BNPB terdiri dari mie instan, biskuit, beras dan telur.
Cucun berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan lancar kepada warga terdampak banjir dan longsor Sumatra Utara, antara lain di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Mandailing Natal, Langkat, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, dan Nias.
Cucun juga memberikan apresiasi kepada BNPB yang telah berupaya menyalurkan bantuan-bantuan hingga ke daerah terpencil dan terisolir baik yang melalui jalur darat maupun udara.
Saat ini, kata Muhari, BNPB menyiagakan total enam helikopter untuk distribusi bantuan kepada masyarakat.
BNPB mengimbau kepada masyarakat yang akan berdonasi dan mengirimkan bantuan kepada masyarakat terdampak untuk menyalurkan bantuannya melalui pos penanggulangan bencana. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran, keamanan, dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
"Penyaluran bantuan ke pos penanggulangan bencana terpusat juga akan sangat membantu dalam proses penanganan darurat. Salah satu manfaatnya adalah membantu kelancaran akses jalan atau jalur transportasi di wilayah terdampak, terlebih jika operasi search and rescue (SAR) sedang berlangsung," kata Muhari.
Sebagai informasi, pada penanganan darurat bencana banjir dan longsor Sumatra dan Aceh ini, BNPB membuka tiga titik pos pelayanan logistik yaitu di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Sisingamangaraja Silangit, dan UPT BNPB di Kota Padang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar