
Respons Cepat BNPB Terhadap Bencana Banjir dan Longsor
Hujan deras yang terjadi di wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan berbagai bencana alam seperti banjir dan longsor. Wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), serta beberapa titik di Aceh menjadi salah satu daerah yang terdampak. Untuk menangani situasi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir risiko bencana susulan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC dilakukan secara intensif 24 jam sehari. Tujuannya adalah untuk mencegah potensi banjir susulan di area yang sudah diperbaiki.
”Tadi pagi kepala BNPB menyampaikan kalau harus 24 jam dilakukan OMC, akan kami lakukan supaya yang sudah kami pulihkan bisa kami cegah dari potensi bencana banjir susulan,” ujar Abdul Muhari pada Jumat (2/1).
Upaya Optimal BNPB dalam Menghadapi Hujan Deras
Menurut Abdul Muhari, pihaknya terus berupaya agar OMC dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini karena hujan yang terus-menerus turun selama dua hari terakhir. Berdasarkan data yang disajikan kepada awak media, area OMC di Sumatera sangat luas, bahkan di wilayah Aceh, pesawat OMC hampir menutupi seluruh wilayah.
”Bisa kita lihat jalur dari OMC yang kami lakukan sudah sangat optimal, untuk mencegah awan-awan baik itu yang dari barat, yang dari Samudera Hindia maupun yang dari kawasan pegunungan atau di bagian darat di sebelah timur dan utara Sumatera Barat,” jelasnya.
Meskipun OMC dilakukan secara optimal, beberapa kali hujan tetap turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, beberapa daerah seperti Agam dan Maninjau sempat mengalami banjir dan longsor susulan.
Evaluasi dan Percepatan Normalisasi Sungai
Saat ini, tim BNPB di lapangan masih terus menyisir lokasi yang terdampak banjir susulan. Tujuan dari penyisiran ini adalah untuk memastikan apakah ada tambahan dampak bencana atau tidak.
”Tentu saja kami harapkan longsor susulan tidak menyebabkan dampak yang signifikan,” ujar Abdul Muhari.
Selain di Sumatera Barat, OMC juga dilakukan di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Namun, sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini sedang puncak musim hujan. BMKG menyampaikan bahwa beberapa titik di Aceh akan mengalami kondisi hujan intensitas tinggi hingga ekstrem. Meskipun intensitas hujan tinggi tidak sampai ke level ekstrem karena adanya OMC, hujan intensitas sedang dan tinggi beberapa kali menyebabkan banjir dan longsor di beberapa kabupaten.
Untuk mengurangi risiko bencana, BNPB terus mempercepat normalisasi sungai di beberapa titik. Khususnya di lokasi yang sudah diidentifikasi sebagai titik luapan air.
”Kami terus percepat, kami harapkan memang melalui fase Januari atau 2 minggu pertama Januari ini OMC benar-benar bisa kami optimalkan,” ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar