BNPB: Pasar Takengon Kembali Beroperasi

Pasar Takengon Kembali Beroperasi Setelah Bencana

JAKARTA, nurulamin.pro
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa Pasar Takengon kembali beroperasi setelah terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa wilayah Provinsi Aceh.

"Ada hal yang sangat menggembirakan hari ini, kami menerima visual dari Aceh Tengah bahwa Pasar Takengon itu sudah mulai beroperasi kembali," ujar Abdul dalam konferensi pers virtual, Rabu (31/12/2025).

Pemulihan akses darat pasca bencana telah mencapai lebih dari 95 persen. Abdul menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi tanda baik bagi proses pemulihan di daerah tersebut.

"Tentu saja ini satu kabar yang sangat baik bahwa berjalan paralel dengan pemulihan akses darat yang sudah di atas 95 persen sudah terhubung dari sisi jalan nasionalnya," tambahnya.

Selain itu, pemerintah saat ini sedang fokus pada pemulihan listrik dan komunikasi yang masih berlangsung. Abdul juga menekankan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih, dan harapan besar ditempatkan untuk daerah-daerah lain yang terdampak bencana serupa.

Penyaluran Bantuan Logistik

Untuk bantuan logistik di Aceh, sudah tersalurkan sebanyak 19 sorti udara dengan total berat 13,3 ton. Sementara itu, di Sumatera Utara, bantuan logistik yang disalurkan melalui udara mencapai 20,1 ton dan melalui darat sebesar 9,7 ton, sehingga totalnya mencapai 29,9 ton. Di Sumatera Barat, bantuan logistik yang disalurkan mencapai 1,78 ton.

Penurunan Jumlah Pengungsi

Per hari ini, jumlah pengungsi telah berkurang sebanyak 17.631 jiwa. Angka ini diharapkan terus menurun seiring dengan mulai dibayarkannya Dana Tunggu Hunian.

"Kami benar-benar ingin menjamin bahwa kebutuhan warga terdampak, baik kebutuhan permakanan maupun kebutuhan non-permakanan, ini masih terus bisa kita dukung secara optimal," ucap Abdul.

Diketahui, pengungsi yang tidak tinggal di Hunian Sementara (Huntara) sudah mulai mendapatkan Dana Tunggu Hunian sejak awal pekan ini. Proses verifikasi langsung dilakukan oleh petugas ke tempat-tempat pengungsian, sehingga akan mengurangi jumlah saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian.

Saat ini, jumlah pengungsi mencapai 378.164 jiwa. Dengan adanya Dana Tunggu Hunian, diharapkan dapat memberikan dukungan finansial kepada para pengungsi agar dapat segera kembali ke rumah atau membangun tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan