
Situasi Terkini Bencana Sumatera
Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan bahwa hingga Jumat, 2 Januari 2026, tidak ada penambahan korban jiwa di lokasi bencana Sumatera. Upaya pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan belum menemukan adanya korban meninggal baru. Angka total korban jiwa di tiga provinsi yang terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masih berjumlah 1.157 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan dalam konferensi pers daring bahwa data rekapitulasi korban jiwa per hari ini tidak menunjukkan penambahan jumlah korban jiwa. "Dari data rekapitulasi korban jiwa, per hari ini tidak ada penambahan korban jiwa," ujarnya.
Operasi Pencarian dan Pertolongan Berlanjut
Tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan akan terus melanjutkan operasi pencarian. Fokus utama mereka adalah titik-titik yang telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial jenazah korban. Meskipun demikian, hingga saat ini, tim SAR gabungan juga belum menemukan korban hilang. Jumlah orang yang masih dalam status hilang hingga 2 Januari 2026 tetap sebanyak 165 orang.
Penurunan Jumlah Pengungsi
Sementara itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak mengalami penurunan. "Jumlah warga yang mengungsi ini menurun sedikit 73 jiwa. Sehingga total per hari ini 380.287 jiwa," kata Muhari. Penurunan ini menunjukkan proses pemulihan yang sedang berlangsung di wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana.
Latar Belakang Bencana
Banjir dan longsor yang menewaskan lebih dari seribu orang terjadi pada November 2025. Bencana tersebut dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang mendarat di pulau paling barat Indonesia. Saat ini, wilayah terdampak masih dalam masa pemulihan pasca-bencana.
Status Bencana Sumatera
Pemerintah tidak menetapkan bencana Sumatera ini sebagai bencana nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tetap serius menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera yang terjadi pada November 2025 meski tanpa status tersebut.
Prabowo menyampaikan penegasan ini karena masih ada orang yang mempertanyakan alasan tidak diberikannya status bencana nasional. "Masih ada yang mempersoalkan, mengapa tidak bencana nasional?" kata Prabowo dalam rapat penanggulangan bencana di Aceh pada Kamis, 1 Januari 2026 seperti disiarkan Sekretariat Kepresidenan.
Alasan Tidak Menetapkan Status Bencana Nasional
Prabowo kembali menjelaskan alasan bencana Sumatera tidak diberikan status nasional. "Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain," tuturnya. Ia menekankan bahwa tiga provinsi tersebut masih mampu menangani bencana di daerahnya sendiri. "Kalau sementara kita, tiga provinsi ini, kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," ucap Prabowo.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar