Penguatan Kampus Kebangsaan untuk Mencegah Radikalisme

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikal di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui edukasi dan mitigasi terhadap penyebaran ideologi ekstrem di ruang digital.
Kepala BNPT Eddy Hartono menjelaskan bahwa modus operandi penyebaran paham radikal kini semakin canggih. Media sosial menjadi salah satu wadah utama dalam propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. Untuk itu, BNPT terus melakukan mitigasi dan pencegahan di kalangan kampus-kampus.
"Kita terus lakukan mitigasi dan pencegahan di kalangan kampus," ujarnya saat membuka program Penguatan Kampus Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Rabu (10/12/2025).
Program ini juga merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, peran kampus sebagai pusat pengembangan pemikiran dan generasi muda sangat strategis dalam upaya pencegahan radikalisme.
Komitmen UIN Sunan Ampel dalam Menjaga Integritas Kebangsaan
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Ampel, Prof Abdul Muhid, menyatakan bahwa kampus tersebut memiliki komitmen penuh dalam menjaga integritas kebangsaan. Ia menekankan bahwa UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki keterkaitan kuat dengan para ulama dan kiyai yang memiliki komitmen tinggi terhadap kebangsaan.
"UIN Sunan Ampel Surabaya dilahirkan dan didirikan oleh para ulama dan kiyai yang tentu komitmen terhadap kebangsaan tidak bisa diragukan," katanya.
Dengan latar belakang seperti ini, kampus tersebut menjadi salah satu tempat yang dapat menjadi benteng terhadap penyebaran paham radikal. Selain itu, UIN Sunan Ampel juga aktif dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Timur
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Prof Husniyatus Salamah Zainiyati, menyampaikan komitmennya untuk terus memasifkan edukasi dan literasi digital di lingkungan kampus. Ia menilai pentingnya edukasi terhadap masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa, dalam mengenali dan mencegah paham radikal.
"Kami dari FKPT Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat bagaimana upaya pencegahan ini perlu dilakukan, termasuk kami masifkan ketika perkuliahan," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan komunikasi antarkeluarga dan penerapan prinsip double check terhadap informasi yang beredar. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran ajaran radikalisme yang berpotensi mengarah pada tindakan teroristik.
Langkah Konkret dalam Mencegah Radikalisme
Beberapa langkah konkret yang dilakukan oleh BNPT dan mitra-mitranya antara lain:
- Pelaksanaan program penguatan kampus kebangsaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap ancaman radikalisme.
- Pengembangan kurikulum pendidikan yang mencakup materi anti-radikalisme dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
- Kolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi.
- Peningkatan literasi digital agar mahasiswa mampu mengenali dan menolak informasi yang bersifat provokatif atau menyesatkan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan bebas dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar