Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan: Kecurigaan terhadap Kondisi Kejiwaan
Kasus dugaan pembunuhan ibu oleh anak berinisial AL (12) di Medan menimbulkan kekhawatiran terkait kondisi psikologis pelaku. Peristiwa ini dinilai memiliki kemiripan dengan kasus serupa yang terjadi di Lebak Bulus, yang juga melibatkan anak di bawah umur. Seorang kriminolog, Reza Indragiri Amriel, menyatakan bahwa pola hubungan yang tampak harmonis antara korban dan pelaku bisa berujung pada tindakan sadis akibat masalah kejiwaan.
Reza menjelaskan bahwa situasi seperti ini sering kali berkaitan dengan gangguan mental atau emosional yang tidak terdiagnosis sebelumnya. "Harmonis, tapi tiba-tiba terjadi tindakan sadis. Kondisi seperti ini mirip dengan kasus Lebak Bulus," ujarnya. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemeriksaan psikologis untuk memastikan kondisi pelaku secara pasti, menghindari kesimpulan spekulatif yang bisa merugikan proses hukum.
Pendampingan Psikologis Terhadap Pelaku
Polrestabes Medan saat ini tengah memberikan pendampingan psikologis kepada AL (12), anak yang diduga membunuh ibu kandungnya, F (42). Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa pendampingan tersebut sudah dilakukan selama tiga hari terakhir. "Sudah dari tiga hari lalu kita lakukan pendampingan psikologis kepadanya," katanya. Pendampingan dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Unit PPA Provinsi, dan Dinas Sosial.
Selain itu, petugas masih menunggu hasil otopsi dari dokter RS Bhayangkara Medan terkait kondisi luka korban. "Untuk luka, kami masih tunggu dari dokter dulu," ujar Bayu. Penyidik juga terus mendalami kasus ini dengan memeriksa beberapa saksi dan melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada pelaku lain atau tidak.
Kronologi Pembunuhan di Medan
Seorang anak berinisial AL (13) diduga melakukan pembunuhan terhadap F (42) di Kota Medan pada Rabu (10/12/2025). Sekitar pukul 05.00 WIB, rumah korban mulai dipadati warga setelah terdengar keributan. Para tetangga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono.
Mendapat laporan itu, Tono segera menuju kediaman korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati sebuah ambulans milik Rumah Sakit Columbia Asia telah terparkir di depan rumah korban. "Rupanya suaminya yang panggil ambulans. Terus dicek medis ternyata istrinya sudah meninggal," ujar Tono. Suami korban meminta Tono untuk segera mengontak Polsek Sunggal. Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian tiba di tempat kejadian dan melakukan proses olah TKP.
Rumah korban selanjutnya dipasang garis polisi. Tono menyebutkan bahwa saat kejadian, di dalam rumah tersebut terdapat korban, suaminya, dan dua orang anak kandung. "Si suami tidur di lantai 2. Kalau istri dan dua anaknya tidur di lantai 1," ucap Tono. "Itulah di lantai kamar saya lihat sudah bersimbah darah. Kalau luka saya hanya lihat di lengan," sambungnya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses otopsi. Sementara itu, AL diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Medan. Tono mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengetahuannya, hubungan korban dengan anaknya selama ini terbilang sangat harmonis. "Itulah sempat mau menanyakan ke suaminya, tapi saya tak bisa ngobrol banyak karena suaminya nangis terus," ucap Tono.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar