Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan: Kemiripan dengan Kejadian Serupa di Lebak Bulus
Kasus dugaan pembunuhan ibu oleh anak berinisial AL (12) di Medan, Sumatera Utara, menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terlibat dalam tindakan kekerasan. Menurut kriminolog Reza Indragiri Amriel, kasus ini memiliki kesamaan dengan peristiwa pembunuhan di Lebak Bulus yang melibatkan anak berinisial MAS (14) pada akhir November 2024.
Reza menjelaskan bahwa situasi seperti ini sering kali berkaitan dengan masalah kejiwaan anak. Meski hubungan antara korban dan pelaku tampak harmonis, tindakan sadis bisa terjadi tanpa diduga. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan psikologis terhadap pelaku agar dapat dipahami secara mendalam.
Pemeriksaan Psikologis untuk Memastikan Kondisi Pelaku
Pemeriksaan psikologis menjadi langkah penting dalam kasus-kasus seperti ini. Tanpa pemeriksaan tersebut, sulit untuk menentukan penyebab pasti dari tindakan pelaku. Dengan pendampingan psikologis, para ahli dapat mengidentifikasi potensi gangguan mental atau trauma yang mungkin dialami anak.
Polrestabes Medan saat ini tengah memberikan pendampingan psikologis kepada AL (12), anak yang diduga membunuh ibu kandungnya, F (42). Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa pendampingan psikologis terhadap AL masih terus berlangsung.
"Sejak tiga hari lalu kita lakukan pendampingan psikologis kepadanya," ujar Bayu. "Tentu hal itu kami lakukan bersama Dinas Kesehatan, Unit PPA Provinsi, dan Dinas Sosial."
Selain itu, petugas masih menunggu hasil otopsi dari dokter RS Bhayangkara Medan untuk mengetahui kondisi luka korban. Proses penyidikan juga terus dilakukan dengan memeriksa beberapa saksi dan mencari kemungkinan adanya pelaku lain.

Kronologi Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan
Seorang anak berinisial AL (13) diduga melakukan pembunuhan terhadap F (42) di Kota Medan pada Rabu (10/12/2025). Sekitar pukul 05.00 WIB, rumah korban mulai dipadati warga setelah terdengar keributan. Para tetangga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono.
Mendapat laporan itu, Tono segera menuju kediaman korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati sebuah ambulans milik Rumah Sakit Columbia Asia telah terparkir di depan rumah korban. "Rupanya suaminya yang panggil ambulans. Terus dicek medis ternyata istrinya sudah meninggal," ujar Tono.
Suami korban meminta Tono untuk segera mengontak Polsek Sunggal. Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian tiba di tempat kejadian dan melakukan proses olah TKP. Rumah korban selanjutnya dipasang garis polisi.
Tono menyebutkan bahwa saat kejadian, di dalam rumah tersebut terdapat korban, suaminya, dan dua orang anak kandung. "Si suami tidur di lantai 2. Kalau istri dan dua anaknya tidur di lantai 1," ucap Tono. "Itulah di lantai kamar saya lihat sudah bersimbah darah. Kalau luka saya hanya lihat di lengan," sambungnya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses otopsi. Sementara itu, AL diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Medan. Tono mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengetahuannya, hubungan korban dengan anaknya selama ini terbilang sangat harmonis.
"Itulah sempat mau menanyakan ke suaminya, tapi saya tak bisa ngobrol banyak karena suaminya nangis terus," ucap Tono.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar