Bocah Terlantar di Pasar Kebayoran Lama Diserahkan ke Dinas Sosial

Bocah Terlantar di Pasar Kebayoran Lama Diserahkan ke Dinas Sosial

Anak Berusia 6 Tahun Ditemukan Sendirian di Pasar Kebayoran Lama

Seorang anak berinisial N (6) ditemukan sendirian di area Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kejadian ini terjadi saat petugas Satpol PP melakukan patroli rutin. Saat ditemukan, N tampak tidak memiliki keluarga yang mendampinginya, sehingga langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan perlindungan dan perawatan dasar.

Anak tersebut mengaku bahwa ia dibawa oleh ayahnya dari Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat. Menurut pengakuan N, ayahnya meninggalkannya setelah meminta izin untuk membeli rokok. Namun, hingga keesokan harinya, ayahnya tidak kembali, dan N ditinggalkan sendirian di sekitar pasar.

Pihak Satpol PP mencoba menunggu selama enam jam untuk menunggu kehadiran anggota keluarga korban. Sayangnya, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada satu pun perwakilan keluarga yang datang. Akibatnya, N akhirnya diserahkan kepada Dinas Sosial DKI Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Proses Penanganan Awal

Kepala Satgaspol PP Kebayoran Lama Utara, Muhidin Khodijah, menjelaskan bahwa N pertama kali ditemukan pada malam hari, Kamis (1/1/2026). Setelah ditemukan, N langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberi makan dan didata. Tujuan utamanya adalah memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar anak tersebut.

"Kami bawa dulu ke kantor untuk memberikan makan dan mendata, dan akhirnya kami serahkan ke Dinas Sosial," kata Muhidin saat dikonfirmasi.

Informasi awal tentang keberadaan N diperoleh dari tukang ojek di sekitar pasar. Mereka menyebutkan bahwa bocah tersebut telah ditinggalkan sejak malam sebelumnya. Hal ini membuat pihak Satpol PP semakin waspada dan memastikan keamanan serta kenyamanan N selama masa penantian.

Pengakuan Anak Mengenai Keluarga

Dalam wawancara dengan petugas, N mengungkapkan bahwa ayahnya sering melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya. Meskipun saat itu tidak ditemukan bekas luka di tubuhnya, pengakuan N tetap menjadi perhatian serius bagi pihak berwajib.

"Pengakuan dia, ayahnya galak, kalau ibunya enggak, ibunya kerja," ujar Muhidin.

Ayah N sempat berpamitan dengan alasan membeli rokok. Namun, hingga pagi hari, ayahnya tidak kembali, dan N ditinggalkan sendirian di area pasar. Informasi ini menjadi dasar bagi pihak Dinas Sosial untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait kondisi keluarga N.

Penanganan Lebih Lanjut

Saat ini, kasus N sedang ditangani oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan dan perawatan yang layak bagi anak tersebut. Pihak Dinas Sosial akan memastikan bahwa N mendapatkan dukungan psikologis, medis, dan sosial yang diperlukan.

Selain itu, Dinas Sosial juga akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk mengetahui penyebab penelantaran tersebut dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Langkah Preventif dan Edukasi

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan hak anak dan tanggung jawab orang tua. Pihak berwajib juga berharap adanya edukasi lebih luas mengenai perlindungan anak, khususnya di lingkungan pasar atau tempat umum lainnya.

Kehadiran petugas Satpol PP dan Dinas Sosial menjadi salah satu langkah preventif dalam mengatasi masalah penelantaran anak. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua anak.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan