Bocah Tusuk Ibu 20 Kali di Medan, Keluarga Diperiksa

Penyelidikan Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan ibu oleh anak berinisial AL (13) di Kota Medan. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. Selain AL, kakak dan ayahnya juga telah diperiksa sebagai bagian dari investigasi.

"Kami masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan," kata AKBP Bayu dalam pernyataannya. "Selain dia (AL), kakak dan ayahnya juga sudah diperiksa."

AKBP Bayu menekankan bahwa kondisi psikologis terduga pelaku saat ini belum stabil. Untuk itu, AL kini mendapatkan pendampingan dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan UPT PPA Provinsi Sumut. Proses penanganan dilakukan secara hati-hati dan profesional karena AL masih di bawah umur.

Kecurigaan Terkait Gangguan Kejiwaan

Seorang kriminolog yang juga konsultan Yayasan Lentera Anak, Reza Indragiri Amriel, mengungkapkan bahwa kasus ini memiliki kesamaan dengan kejadian pembunuhan di Lebak Bulus yang melibatkan anak berinisial MAS (14) pada akhir November 2024. Dalam kejadian tersebut, ayah dan nenek pelaku meninggal dunia, sedangkan ibu kandungnya berhasil selamat meski mengalami luka tusuk serius.

Reza menilai bahwa situasi seperti ini umumnya berkaitan dengan persoalan kejiwaan pada anak. "Harmonis, tapi tiba-tiba terjadi tindakan sadis. Kondisi seperti ini mirip dengan kasus Lebak Bulus," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penjelasan tentang sebab-musababnya adalah masalah kejiwaan si anak.

Meski begitu, Reza menekankan pentingnya dilakukannya pemeriksaan psikologis untuk mengetahui kondisi pelaku secara pasti. Tanpa pemeriksaan tersebut, akan ada terlalu banyak kemungkinan yang tidak dapat dipastikan.

Kronologi Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan

Seorang anak berinisial AL (13) diduga melakukan pembunuhan terhadap F (42) di Kota Medan pada Rabu (10/12/2025). Korban disebut mengalami sekitar 20 luka tusukan. Sekitar pukul 05.00 WIB, rumah korban mulai dipadati warga setelah terdengar keributan. Para tetangga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono.

Mendapat laporan itu, Tono segera menuju kediaman korban. Saat tiba di lokasi, ia mendapati sebuah ambulans milik Rumah Sakit Columbia Asia telah terparkir di depan rumah korban. "Rupanya suaminya yang panggil ambulans. Terus dicek medis ternyata istrinya sudah meninggal," ujar Tono.

Suami korban meminta Tono untuk segera mengontak Polsek Sunggal. Beberapa saat kemudian, petugas kepolisian tiba di tempat kejadian dan melakukan proses olah TKP. Rumah korban selanjutnya dipasang garis polisi.

Tono menyebutkan bahwa saat kejadian, di dalam rumah tersebut terdapat korban, suaminya, dan dua orang anak kandung. "Si suami tidur di lantai 2. Kalau istri dan dua anaknya tidur di lantai 1," ucap Tono. "Itulah di lantai kamar saya lihat sudah bersimbah darah. Kalau luka saya hanya lihat di lengan," sambungnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses otopsi. Sementara itu, AL diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Medan.

Tono mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengetahuannya, hubungan korban dengan anaknya selama ini terbilang sangat harmonis. "Itulah sempat mau menanyakan ke suaminya, tapi saya tak bisa ngobrol banyak karena suaminya nangis terus," ucap Tono.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan