Kondisi Koko Ari Araya yang Membuatnya Tak Kunjung Main

Koko Ari Araya, pemain lokal andalan Persebaya Surabaya, terus menjadi sorotan meski belum juga mendapatkan kesempatan bermain dalam beberapa pertandingan terakhir. Meskipun namanya sering muncul dalam latihan tim utama, situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan dari para penggemar Persebaya atau Bonek.
Pertandingan krusial antara Persebaya Surabaya melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (20/12/2025), menjadi momen penting bagi Green Force. Laga ini dianggap sebagai ujian berat karena Persebaya sedang menghadapi krisis pemain. Beberapa pemain inti masih dalam proses pemulihan cedera, sehingga membatasi opsi rotasi pelatih.
Situasi ini membuat keputusan untuk tidak memainkan Koko Ari Araya semakin dipertimbangkan. Pelatih caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, menjelaskan bahwa alasan di balik absennya Koko Ari adalah karena kondisi medis yang masih perlu dipantau.
“Kondisi Koko memang berangsur membaik, tetapi kami masih terus berkonsultasi dengan tim dokter,” ujar Uston saat memimpin latihan di Lapangan ABC, Kompleks Stadion GBT. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan pemain dan menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Meski Koko Ari sudah kembali mengikuti program latihan bersama tim, kondisi fisiknya belum sepenuhnya aman. Uston menyatakan bahwa tim pelatih ingin memastikan sang pemain benar-benar siap sebelum diturunkan. Hal ini juga berlaku untuk Risto Mitrevski yang memiliki situasi serupa.
Uston memberi indikasi bahwa kemungkinan besar Koko Ari tidak akan dimainkan sejak menit awal melawan Borneo FC. Ia menilai bahwa kondisi kebugaran pemain belum memungkinkan untuk tampil penuh.
Persebaya Surabaya memilih untuk tidak mengambil risiko berlebihan di fase krusial musim ini. Tim pelatih menilai bahwa kehilangan pemain tambahan justru akan memperparah situasi. Saat ini, Persebaya Surabaya juga sedang menghadapi absennya dua pemain asing, Bruno Moreira dan Francisco Rivera, akibat akumulasi kartu.
Kondisi ini membuat opsi rotasi pemain semakin terbatas. Uston Nawawi harus menyusun strategi dengan sumber daya yang ada. Di sisi lain, lawan yang dihadapi memiliki kekuatan besar. Borneo FC datang ke Surabaya dengan status pemuncak klasemen sementara Super League.
Tim asal Samarinda tersebut telah mengoleksi 33 poin dan tampil konsisten sepanjang musim. Lini serang mereka menjadi salah satu yang paling berbahaya di kompetisi. “Kami sudah mempelajari kekuatan Borneo FC, terutama lini serang mereka,” ujar Uston. Persiapan dilakukan secara detail untuk mengantisipasi tekanan lawan.
Bagi Persebaya Surabaya, laga ini memiliki arti penting secara psikologis. Bermain di kandang sendiri menjadi peluang untuk bangkit dan memperbaiki posisi klasemen. Saat ini, Green Force masih berada di peringkat kesembilan dengan koleksi 18 poin. Jarak dengan papan atas membuat setiap pertandingan terasa sangat menentukan.
Koko Ari sendiri merupakan bek kanan yang juga bisa bermain di sisi kiri pertahanan. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi aset penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya. Pemain berusia 25 tahun itu lahir di Surabaya dan berstatus warga negara Indonesia. Ia memiliki tinggi badan 1,78 meter dengan kaki dominan kanan.
Koko Ari resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2025. Kontraknya berdurasi panjang hingga 31 Mei 2028. Nilai pasar Koko Ari saat ini mencapai Rp 3,04 miliar. Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dimilikinya sebagai bek modern.
Absennya Koko Ari tentu menjadi kerugian bagi Green Force. Namun, tim pelatih memilih bersabar demi menjaga stabilitas tim dalam jangka panjang. Keputusan menahan Koko Ari dinilai sebagai langkah realistis di tengah padatnya kompetisi. Persebaya Surabaya ingin memastikan sang pemain kembali dalam kondisi terbaik.
Kini, publik Surabaya hanya bisa menunggu waktu yang tepat. Saat Koko Ari benar-benar siap, kehadirannya diharapkan memberi dampak besar bagi kebangkitan Persebaya Surabaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar