
Perawatan Area Kewanitaan yang Harus Diperhatikan
Area kewanitaan atau miss V merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Selain menjaga kebersihan, banyak perempuan memilih mencukur bulu di area tersebut sebagai bagian dari perawatan harian agar merasa lebih nyaman atau percaya diri. Namun, pertanyaan sering muncul tentang apakah aman jika bulu miss V dicukur sampai benar-benar gundul.
Fungsi Alami Bulu Miss V
Seksolog kondang, dr Boyke, memberikan penjelasan penting mengenai hal ini. Menurutnya, sebagian wanita memilih mencukur habis bulu miss V karena tidak menyukai tampilannya atau merasa bulu tersebut mengganggu. Padahal, ia menekankan bahwa bulu area kewanitaan memiliki fungsi alami yang sering kali tidak disadari.
Dicukur boleh tapi nggak boleh sampai gundul, artinya disisakan, karena yang namanya bulu-bulu miss V juga diciptakan Tuhan ada gunanya, ujar dr Boyke saat berbincang dengan dr Richard Lee.
Bulu miss V berperan sebagai pelindung awal dari berbagai kotoran dan debu. Fungsinya seperti filter alami yang mencegah partikel asing langsung masuk ke area vagina yang sudah dikenal sangat sensitif.
(Fungsinya) menyaring kotoran-kotoran sebelum masuk ke liang Miss V maka dia (kotoran) itu akan tertahan dulu oleh bulu-bulu tersebut, jelas dr Boyke.
Risiko Mencukur Hingga Gundul
Selain sebagai penyaring, dr Boyke mengingatkan bahwa mencukur bulu hingga habis juga dapat memicu masalah baru. Ketika bulu mulai tumbuh kembali, biasanya akan muncul rasa gatal. Tanpa sadar, rasa gatal ini sering membuat seseorang menggaruk area sensitif tersebut.
Garukan inilah yang bisa menyebabkan iritasi, kulit lecet, hingga meningkatkan risiko infeksi.
Kalau dia yang dicukur habis, itu kadang-kadang tumbuhnya menimbulkan rasa gatal, secara nggak sengaja dia akan menggaruk. Itu juga bisa menambah infeksi dan menambah risiko terkenanya infeksi jamur, ujar dr Boyke.
Tips Membersihkan Area Kewanitaan
Untuk menjaga kebersihan, dr Boyke menyarankan agar wanita mencuci area kewanitaan secara rutin menggunakan air yang diberi sabun sirih. Namun, ia memberikan peringatan penting: pembersihan cukup dilakukan pada bagian luar saja. Jika sabun masuk hingga ke dalam vagina, dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan pH alami miss V.
Ketidakseimbangan pH dapat membuat bakteri jahat berkembang lebih cepat, bahkan memicu keputihan yang bersifat patologis dan mengganggu kesehatan reproduksi.
Kesimpulan
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dr Boyke menekankan bahwa mencukur bulu miss V tidak dilarang, tetapi sebaiknya tidak dilakukan hingga benar-benar gundul agar fungsi alami bulu tetap bekerja sekaligus mencegah iritasi dan infeksi. Pemeliharaan area kewanitaan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar