
Pemkab Bondowoso Memilih Doa Bersama dan Sholawatan Daripada Pesta Kembang Api
Pemerintah Kabupaten Bondowoso memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api atau hiburan malam pada malam pergantian tahun. Sebagai gantinya, mereka menyelenggarakan acara sholawatan dan doa bersama yang bertajuk Muhasabah Akhir Tahun. Acara ini diadakan di kawasan Alun-alun Ki Bagus Asra.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatera, serta upaya efisiensi anggaran daerah. Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan karena rasa prihatin atas bencana yang masih berlangsung. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penghematan anggaran agar uang tidak digunakan secara sia-sia.
"Kita tidak ada perayaan tahun baru dengan kegiatan hura-hura kembang api. Tapi lebih berfokus pada doa bersama," ujar Fathur Rozi dikonfirmasi pada Rabu (31/12/2025). Ia menambahkan bahwa doa bersama dan sholawatan ini menjadi ajang evaluasi diri selama satu tahun terakhir. Evaluasi tersebut tidak hanya terkait kinerja, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa ditingkatkan di masa depan.
Hadirnya Tokoh Agama dalam Acara Muhasabah Akhir Tahun
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bondowoso, Royhan Muktafee Billah, menjelaskan bahwa sekitar 75 tokoh agama dari Bondowoso akan memimpin jalannya doa bersama. Salah satu tokoh yang akan hadir adalah KHR Achmad Azaim Ibrahimy, pimpinan Ponpes Salafiyah Sa'ifiyah Sukorejo, Situbondo.
Tema utama dari acara ini adalah meneguhkan iman, merawat ukhuwah, dan menyongsong tahun 2026 dengan akhlak mulia. Termasuk dalam acara ini juga akan dilakukan doa bersama bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera. Royhan memperkirakan jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai ribuan, terutama dari alumni santri Ponpes Sukorejo yang tinggal di Bondowoso.
Ia mengimbau para jamaah untuk berkendara dengan aman baik saat pergi maupun pulang dari kegiatan doa bersama. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan. Untuk itu, pihak penyelenggara menyiapkan kantong-kantong sampah di sekitar lokasi acara.
Himbauan dari Polres Bondowoso
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, menghimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan atau kembang api. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan balap liar, konvoi, dan tawuran.
"Himbauan untuk jamaah dari pengasuh langsung agar tidak membuat keonaran dan membuang sampah sembarang," ujarnya.
Penutup
Acara Muhasabah Akhir Tahun ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Bondowoso terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan mengganti pesta kembang api dengan doa bersama dan sholawatan, pemerintah setempat ingin memberikan contoh yang lebih bermakna dan bernilai spiritual. Acara ini juga menjadi momen penting untuk merefleksikan diri dan membangun semangat baru menuju tahun yang lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar