Kepastian Bonus Atlet Woodball di SEA Games
Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWBA), Aang Sunadji, menegaskan bahwa seluruh bonus yang diterima atlet yang meraih medali di SEA Games akan diberikan sepenuhnya tanpa ada pemotongan apapun. Pernyataan ini disampaikan setelah pemerintah meningkatkan besaran bonus untuk medali emas menjadi Rp 1 miliar, hampir dua kali lipat dari skema sebelumnya.
Aang menjelaskan bahwa penyaluran bonus dilakukan langsung oleh pemerintah melalui Surat Keputusan (SK) Tim Indonesia. SK tersebut hanya berisi atlet serta tenaga pendukung seperti pelatih, fisioterapis, dokter, dan psikolog. Tidak ada pengurus Woodball yang terlibat dalam proses penyaluran bonus ini.
Semua penyaluran bonus itu langsung ke atlet. Tidak ada pengurus Woodball di dalam SK Tim Indonesia, sehingga semuanya disalurkan sesuai dengan prestasinya. Tidak boleh ada satu rupiah pun hak atlet diambil, tegas Aang.
Ia menekankan bahwa komitmen ini sudah menjadi prinsip sejak awal menjabat sebagai ketua umum. Bahkan, Aang meminta atlet untuk melapor langsung jika ada pengurus yang coba mengambil bagian dari bonus tersebut.
Saya tidak mau minta bagian apa pun. Simpan itu, jadikan tabungan kalian untuk masa depan. Jangan pernah ada yang memotong hak atlet, ujarnya.
Aang menyampaikan bahwa pengorbanan atlet sangat besar. Banyak dari mereka harus meninggalkan keluarga dan bahkan menunda rencana honeymoon hanya untuk menjalani pemusatan latihan. Ia merasa berdosa jika bonus yang diperoleh atlet dikurangi.
Rasanya berdosa kalau kita ambil hak mereka. Mereka sudah berkorban buat negara ini, kata Aang.
Selain itu, Aang juga mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan bonus sebagai tujuan utama. Fokus tetap pada prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di SEA Games.
Bonus itu hanya ucapan terima kasih negara. Yang utama adalah Indonesia Raya berkumandang di Thailand, ujarnya.
Peran Pemerintah dalam Penyaluran Bonus
Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa bonus yang diberikan kepada atlet benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Proses penyaluran ini dilakukan secara transparan dan terbuka, dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung dengan atlet, seperti pelatih dan tim medis.
- Penyaluran bonus dilakukan melalui SK Tim Indonesia.
- Hanya atlet dan tenaga pendukung yang terlibat dalam SK tersebut.
- Pengurus IWBA tidak terlibat dalam proses penyaluran bonus.
Tanggung Jawab Pengurus
Aang menegaskan bahwa pengurus IWBA bertanggung jawab untuk memastikan bahwa atlet mendapatkan haknya secara penuh. Ia juga meminta atlet untuk lebih waspada dan melaporkan jika ada pihak yang mencoba memotong bonus mereka.
- Pengurus IWBA tidak boleh ikut campur dalam penyaluran bonus.
- Atlet diminta untuk melaporkan jika ada pengurus yang mencoba mengambil bagian.
- Aang bersikeras bahwa tidak ada satu rupiah pun yang boleh dipotong dari hak atlet.
Harapan untuk Masa Depan
Aang berharap bahwa bonus yang diberikan dapat menjadi bekal bagi atlet dalam menjalani kehidupan mereka setelah berkarier di olahraga. Ia menyarankan agar atlet menyimpan bonus tersebut sebagai tabungan untuk masa depan.
- Bonus diberikan sebagai bentuk apresiasi negara.
- Atlet diminta untuk menyimpan bonus sebagai tabungan.
- Fokus tetap pada prestasi dan harumnya nama Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar