
JAKARTA, nurulamin.pro
– Polisi telah mengamankan berbagai barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP) kematian satu keluarga di rumah kontrakan Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan, botol minuman dan sisa makanan menjadi fokus utama dalam penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar menyatakan bahwa penyidik belum dapat membeberkan secara rinci seluruh barang bukti yang ditemukan di rumah korban. Namun, menurut Onkoseno, botol minuman dan bekas makanan merupakan barang bukti paling krusial untuk mengungkap penyebab kematian para korban.
"Barang-barang yang lain ada, tapi yang jadi pokok perhatian itu ya tadi botol dan bekas makanan," ujar Onkoseno saat dikonfirmasi nurulamin.pro, Minggu (4/12/2025).
Kedua barang bukti tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah minuman dan makanan tersebut mengandung zat beracun yang diduga menjadi penyebab kematian.
Onkoseno menambahkan, polisi belum dapat memastikan waktu keluarnya hasil pemeriksaan tersebut. "Sejauh ini masih menunggu pemeriksaan dari dokter," ujar dia.
Kronologi Penemuan Korban
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu berinisial S (50), anak perempuan berinisial AA (27), dan anak laki-laki berinisial AA (13) ditemukan tewas di dalam rumah kontrakan tersebut pada Jumat (2/1/2026). Selain tiga korban meninggal, satu anak S lainnya juga menjadi korban dalam peristiwa ini. Namun, korban tersebut masih bertahan hidup dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Para korban pertama kali ditemukan oleh anak S lainnya yang baru pulang bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. Saat memasuki rumah dan melihat kondisi keluarganya, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Salah satu warga, Aryuni Wulan Febri (51), kemudian memeriksa ke dalam kontrakan dan menemukan S, AA, dan AA sudah tergeletak kaku dengan mulut berbusa. Sementara satu anak lainnya masih dalam kondisi hidup, meski sudah sangat parah. Setelah itu, Aryuni segera menghubungi ketua RT setempat dan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Proses Investigasi dan Tindakan Lanjutan
Selain pemeriksaan terhadap botol minuman dan bekas makanan, polisi juga melakukan pengambilan sampel darah dari para korban. Sampel-sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah ada zat beracun atau bahan kimia yang terkandung di dalamnya.
Tim forensik juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh para korban, termasuk cedera fisik yang mungkin terjadi sebelum kematian. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau ancaman yang tidak terlihat.
Selain itu, polisi juga sedang meminta keterangan dari tetangga dan orang-orang terdekat korban. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi tambahan yang bisa membantu proses penyelidikan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Pihak Berwajib
-
Pengumpulan Barang Bukti
Polisi telah mengamankan berbagai barang bukti dari TKP, termasuk botol minuman dan sisa makanan. -
Pemeriksaan Medis dan Laboratorium
Barang bukti tersebut sedang diperiksa di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengetahui apakah mengandung racun. -
Pemeriksaan Forensik
Tim forensik melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh para korban untuk mencari tanda-tanda kekerasan atau ancaman. -
Pengambilan Keterangan
Pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan keterangan dari tetangga dan orang-orang terdekat korban.
Dengan langkah-langkah tersebut, pihak berwajib berharap dapat menemukan penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar