BPBD Bondowoso catat 900 rumah terdampak banjir luapan air sungai

nurulamin.pro–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mencatat sekitar 900 unit rumah warga di empat desa terdampak banjir luapan air sungai, pada Minggu (11/1) malam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, ratusan rumah warga terdampak banjir luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air itu, yakni Desa Cerme, Suling Kulon, Ramben Wetan, dan Desa Grujugan, Kecamatan Cerme.

”Setelah petugas BPBD melakukan asesmen dampak banjir luapan tadi malam (11/1), ada 875 rumah terdampak dan tergenang air dengan ketinggian air sekitar 25 cm, namun pagi ini sudah surut,” kata Kristianto Putro Prasojo seperti dilansir dari Antara, Senin (12/1).

Menurut Kristianto, sebelum banjir luapan sungai menerjang areal persawahan dan pemukiman warga di empat desa itu, pada Minggu (11/1) sore hingga malam di wilayah itu dan beberapa wilayah lain diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Pada pukul 19.00 WIB, air sungai mulai meluap dan menggenangi persawahan dan ratusan rumah warga di kecamatan perbatasan Bondowoso dan Situbondo tersebut.

”Sejauh ini tidak ada rumah warga terdampak banjir yang mengalami kerusakan. Fasilitas umum, seperti pagar sekolah ambruk dan aspal jalan terkelupas sekitar 20 meter,” ungkap Kristianto.

Dia menambahkan, petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan unsur lainnya sejak Minggu (11/1) malam hingga Senin (12/1) dini hari, terus bekerja. Selain melakukan asesmen juga menguras air yang masuk ke sekolah.

”Tadi malam teman-teman juga menguras air banjir yang menggenangi ruang kelas salah satu madrasah ibtidaiyah, karena ketinggian air sekitar 30 cm,” tutur Kristianto.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan